open mind.com weblog


Surabaya, 18 April 2011

Pertama2 ijinkan saya mengakui dosa-dosa saya di hadapan Allah Yang Maha Kuasa dan di hadapan anda semua. Saya adalah seorang hamba bodoh yg kurang ajar yang tidak memahami kehendak Tuhan, raja dan sesembahan saya.

Tidak ada maksud lain ketika saya menuliskan ini semua selain hanya ingin berbagi kisah pergulatanku dgn kebodohanku… dan betapa sungguh nyata kasihNya dan sabarNya .. ketika Dia berkenan menyapa orang2 bodoh seperti saya ini. Saya paham, ini hanyalah sebuah pengalaman pribadi yg mungkin saja hanya memiliki makna secara pribadi bagi saya, dan tidak berarti apa2 dlm wilayah umum.

Tetapi saya berharap semoga pengalaman saya ini bermanfaat bagi rekan2 yg mungkin pernah atau sedang mengalami hal seperti yang saya kisahkan berikut… dan semoga bisa mengingatkan saudara2ku untuk tidak melakukan kebodohan seperti yang pernah saya lakukan itu….

Beberapa minggu terakhir ini saya mengalami sebuah pergulatan iman yang hebat. Bukan krn imanku padaNya goyah, bukan krn keyakinanku padaNya guncang… tetapi karena aku sangat mencintaiNya… dan tidak tahan melihat hinaan2 yg dialamatkan padaNya…. tetapi mengapa Dia seperti tidur seakan tidak peduli dgn semua kebejatan manusia ini?

 Dalam doa dan pergulatan pikiranku aku mulai protes padaNya…. Tuhan mengapa Engkau tak mau menyatakan DiriMu agar mereka yg menghinamu dan hidup dalam dosa tdk semakin jatuh dalam perangkap dosa? Bukankah dlm diamMu, secara tdk langsung Engkau membiarkan mereka2 bahkan mungkin aku juga, ke dalam dosa yg seharusnya tdk perlu terjadi jika Engkau menyatakan DiriMu pada mereka? apa yg hendak Kau tunjukkan pada kami dgn membiarkan semua dosa ini bekerja hingga batas maksimalnya dgn menyeret sebegitu banyak jiwa? sungguh aku tdk mengerti mengapa seakan Engkau menunggu hingga manusia betul2 kapok dgn segala kebodohannya? haruskah Kau nyakan DiriMu saat manusia benar2 sdh tdk memiliki jalan lagi untuk menyelesaikan masalah mereka? haruskah seperti itu Tuhan?

Sering aku membayangkan, jika saat ini, Tuhan menyatakan diri secara langsung dgn cara yg sangat FENOMENAL seperti jaman Musa, semisal dgn suara menggelegar yg dpt didengarkan oleh semua telinga manusia yg hidup di bumi dan dpt dipahami secara lsg dlm bahasa mereka msg2, aku membayangkan Dia bersabda: “Hai manusia, Akulah Yesus, satu2Nya Allah yg harus engkau sembah, Bapa-Aku-dan Roh Kudus adalah Satu, Akulah Allah Tritunggal Maha Kudus, satu2nya Allahmu.”… kemudian SabdaNya itu dibarengi dgn mujizat2 yg membuat tak satupun manusia dpt menyangkalNya lagi… orang sakit-lumpuh-buta disembuhkan, orang2 kudus dibangkitkan, orang2 mati dibangkitkan, senjata2 perang dimusnahkan, dan berbagai mujizat lain……. lebih lagi jika BELIAU sudi utk menampakkan Diri secara lsg dimana semua mata bisa melihatNya……WOW… aku hampir seratus persen yakin bahwa jika itu semua dikakukanNya saat ini, maka akan sangat banyak jiwa2 yg langsung tunduk mengakuiNya dan menyembahNya… betapa akan banyak jiwa yg akan bertobat.. dan betapa banyak perkara akan selesai saat Dia menyatakan DiriNya seperti itu…..

Tapi mengapa hal itu tak dilakukanNya? Ya Tuhan mengapa Engkau seakan membiarkan semakin banyak jiwa yg tersesat dan disesatkan dlm jurang dosa yg semakin dalam….? Bukankah hal itu dpt dihindari jika sekali saja Engkau mau kembali menyatakan DiriMu secara langsung? apakah hanya karena Engkau telah menetapkan waktunya, maka Engkau tak mau melakukan sesuatu yg spesial agar semakin banyak jiwa yg selamat? apakah hanya karena Engkau telah menetapkan waktu bagi iblis utk menyerong hati manusia maka Engkau tega membiarkan makin banyak jiwa yg akan disesatkan? tak maukah Engkau melakukan langkah2 penuh kuasa untuk menyelamatkan kami?

Sungguh, dlm kebodohanku, aku mulai menggugatNya…. Tuhan, jikalau Engkau mau dan berkenan sebenarnya banyak jalan yg bisa Engkau lakukan untuk mencegah semakin banyak jiwa disesatkan! Saat Engkau menyatakan Diri dan KuasaMu secara langsung di depan mata semua manusia maka pastilah sangat banyak dari antara mereka yg sebegitu takjubnya lalu bertobat dan menyembahMu… aku yakin ya Tuhan jika Engkau lakukan itu banyak jiwa akan meninggikan Engkau dan menyembahMu tanpa ragu.. mengakui bahwa Engkau sungguh ada dan sungguh Kuasa…. sebab ada Thomas2 yg tak terhitung jumlahnya akan berseru: “Ya Tuhanku dan Allahku.”

Berminggu2 protes ini bertahan dlm hati dan pikiranku….. hingga kemarin, Minggu, 17 April 2011, di Gereja St. Yakobus, Surabaya, saat kisah sengsara Yesus dibacakan pada misa Minggu Palma … saat itulah gugatanku dijawabNya….. tepatnya saat dibacakan pada bagian dimana para prajurit mengejekNya…: “Jika Engkau Raja Yahudi, selamatkanlah diriMu!”…………. saat itulah, saya ingat dan yakin bahwa saya dlm kondisi sepenuhnya sadar, saat tiba2 rangkaian kalimat2 lembut dahsyat mengalir begitu saja dlm otak dan hatiku, menegur dan menghakimi aku dgn tuntas penuh kasih sayang! beginilah kira-kira kalimat2 yg menyadarkanku betapa bodoh dan dungunya aku sdh berani menggugat Tuhan, raja dan sesembahanku… :

Mampukah kau menjadi seperti Yesus Puteraku……

yang memiliki segala kuasa Ilahiku, tetapi tetap menundukkan DiriNya padaKu?

Aku tidak ingin manusia menundukkan diri mereka padaKu karena takjub dengan segala kuasaKu.

Aku tidak ingin manusia menyembahku karena Aku superior dan mereka inferior.

Aku tidak ingin mereka menyembah karena Aku kuasa dan mereka bukan siapa-siapa.

Jika kutunjukkan segala kuasaKu saat ini, mereka akan menyembah Aku karena takjub akan kuasaKu, karena  mukjizatKu, karena mereka tidak memiliki apa yang Aku miliki.

Aku tidak ingin mereka menghormatiKu karena Aku adalah Raja dan mereka adalah hamba.

Aku tak mau mereka tunduk karena Aku berkuasa dan mereka tak memiliki apa-apa.

Jikalau Kuberikan padamu segala kuasa IlahiKu, bisakah kau tetap menundukkan diri padaKu?

Jikalau engkau mampu melakukan segala mukjizatKu, masihkah engkau membutuhkan Aku?

Jikalau kuberikan padamu segala apa yg ada padaKu, masihkah engkau mencari Aku?

Jikalau engkau kuberi keseteraaan denganKu masihkah kau mau menyembahKu?

Tidakkah engkau melihat apa yang terjadi pada iblis?

Yang karena segala keistimewaan yg Aku anugerahkan padanya membuatnya kehilangan Aku?

anakKu, sejak mula Aku ingin manusia menjadi gambar dan rupaKu, memiliki segala kuasa IlahiKu. Sama seperti Yesus Putraku dan Aku adalah satu. Aku ingin kalian dan Aku adalah satu.

Aku tidak ingin kalian menyembah Aku karena KuasaKu, MukjizatKu, dan segala yang ada padaKu.

 Aku ingin kalian menjadi seperti Yesus PutraKu, yg dalam rupa Allah, tetap menundukkan diri padaKu karena mencintai Aku.

Aku ingin kalian menyembahKu karena kalian sungguh2 mencintai Aku.

saya tidak dpt menggambarkan perasaan haru yg saat itu melandaku, yg pasti air mataku menetes cukup deras, keharuan dan kebahagiaan itu mengalahkan rasa malu saya padaNya krn sdh sgt bodoh memprotesNya…., aku merasa seperti orang bodoh yg berusaha memojokkan dan memaksa Tuhan menyatakan DiriNya dgn segala kuasaNya menurut pikiran dangkal kemanusiaanku…. tetapi dg penuh cinta yg lembut Dia meyadarkan aku makna dan arti hukum yang terutama dan pertama:

KASIHILAH TUHAN, ALLAHMU, DENGAN SEGENAP HATIMU DAN DENGAN SEGENAP JIWAMU DAN DENGAN SEGENAP AKAL BUDIMU….

Sahabat2ku,

dulu sering aku merasa bahwa Tuhan di perjanjian lama sebagai Allah yang pemarah dan sadis. Di Perjanjian Lama Allah seperti belum dewasa dan sering ngambek….pecemburu dan suka marah2…..siapa yang gak nurut langsung saja dihukum bahkan dibunuh….bahkan hingga ternak2nya pun dihabisi….kini aku menyadari bahwa ada saat dimana aku harus mengambil sikap melakukan “pembiaran”  terhadap segala sesuatu yang melampaui akal dan nalarku. Bukan berarti aku beriman secara buta. Tetapi mencoba meletakkan segala sesuatu pada porsinya. Tak lagi mencoba mengutak atik segala hal yang tersembunyi dan membiarkannya tetap menjadi misteri Ilahi. Dan bila Allah berkenan membukakan bagi hamba-Nya, maka segala sesuatunya kan segera tersingkap dengan sendirinya. Memahami, memikirkan, menyelidiki dan mencoba mencari tahu tentang Tuhan itu adalah satu hal yang positif. Ini merupakan satu bentuk iman yang terekspresi, bukan satu iman yang buta – layaknya berjalan dalam keadaan gelap – tapi iman yang “mengerti”, iman yang berpenjelasan, iman yang mampu dipertanggungjawabkan.

Namun demikian memikirkan Tuhan pun juga harus dengan prasuposisi yang pas. Prasuposisi yang beranjak dari pengakuan iman bahwa Yesus adalah Tuhan. Dan iman itu sendiri merupakan anugrah ilahi yang begitu besar bagi orang yang dipilih-Nya. Dengan beranjak dari prasuposisi ini maka pencarian dan penyelidikan kita akan realitas Tuhan tetap selaras dengan rel yang sudah ditentukan. Dan tatkala menemukan satu hal yang tak terpecahkan, maka segala sesuatunya sudah selayaknya dikembalikan kepada Sang empunya. Dan segala sesuatu yang misteri bagi Allah, biarlah itu tetap menjadi misteri-Nya.  

Sebab tatkala manusia mampu memecahkan semua misteri Ilahi, maka manusia secara kualitas sudah menyamai Tuhan. Dan itu merupakan kemustahilan !!!

Tuhan ampuni dosa saya. Segala sembah dan puji bagiMu, Tuhan semesta alam, sekarang dan selama2nya. Amin.

Comments on: "Saat Gugatanku DijawabNya" (2)

  1. saya mau tanya formulasi NC seanding sealer gmn ya,,?? Dan jga furmulasi thenner yg d,blog komposisinya gmn,saya msih blm maksud,,??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: