open mind.com weblog


The Gospel of Jesus, oleh William Farmer, (Kentucky:Westminster/ John Knox Press), p. 3-38, 146-160:

1. Two Gospel Hypothesis

Menurut kesaksian para Bapa Gereja di abad- abad awal (terutama St. Papias, Irenaeus dan St. Clemens dari Alexandria), Injil yang pertama dituliskan adalah Injil Matius.

[Dalam Against the Heresies, buku III, bab 1, 1, St. Irenaeus menuliskan bahwa yang menuliskan Injil pertama kali adalah Matius, lalu kemudian diikuti oleh Markus yang adalah murid Petrus dan Lukas yang adalah pembantu Paulus. Baru terakhir Yohanes Rasul menuliskan Injilnya di Efesus.

Selanjutnya, St. Clemens menuliskan seperti dikutip oleh Eusebius dari Caesarea,

“….. di dalam buku yang sama [Hypotyposeis 6], Clemens telah menyisipkan sebuah tradisi dari para pemuka jemaat di abad- abad awal tentang urutan Injil- injil sebagai berikut: ia mengatakan bahwa Injil- injil yang pertama- tama dituliskan adalah Injil- injil yang menuliskan silsilah Yesus dan bahwa Injil menurut Markus terbentuk dengan cara sebagai berikut:….” (Eusebius, Ecclesiastical History 6.14.5-7)

Maka menurut St. Clemens, kedua Injil yang ditulis pertama kali adalah Injil Matius dan Lukas. Pandangan ini dikenal dengan Two Gospel Hypothesis. Selanjutnya, menurut St. Clemens, Injil Markus dan Yohanes secara kronologis ditulis sesudah Injil Matius dan Lukas. Dengan demikian diperkirakan bahwa Injil Matius pada sekitar tahun 50 AD, Lukas dan Markus sekitar 62-68 AD (dituliskan hampir bersamaan), dan Yohanes tahun 90 AD.

2. Two Source Hypothesis

Sedangkan menurut beberapa ahli Kitab Suci di abad ke-19 dan 20 (seperti C.G Wilke, C.H Weisse, Heinrich Holtzmann, Helmut Koester- James Robinson), Injil yang pertama ditulis adalah Injil Markus. Pandangan ini tidak terlepas dari gerakan Kulturkampf di Jerman pada tahun 1871-1878 yang dipelopori oleh Penasehat Kekaisaran Jerman, Otto von Bismarck. Bismarck saat itu menentang otoritas Paus, dan memimpin negara Jerman untuk melepaskan diri dari pengaruh ajaran/ otoritas Paus di Roma. Hal ini juga mempengaruhi cara pandang dalam hal Teologi, sehingga para ahli Kitab Suci di Jerman kemudian menyusun sendiri hipotesa mereka, terlepas dari tradisi Gereja yang telah berabad- abad dikenal. Termasuk di sini adalah mereka menentang bahwa Injil Matius dan Lukas dituliskan lebih dahulu daripada Injil Markus dan Yohanes. Memang terdapat studi yang cukup detail tentang hal ini, yang membuat para ahli Jerman ini sampai pada kesimpulan, bahwa sumber pertama kitab Injil adalah Injil Markus dan apa yang disebut “Q” (atau dikenal sebagai the Synoptic Sayings Source). Harap diketahui bahwa, “Q” itu bukanlah Injil, namun yang konon hanya berupa kumpulan perkataan Yesus, semacam injil Thomas, yang juga tidak diakui Gereja sebagai kitab Injil kanonik. [Catatan: Q ini sebenarnya adalah teks Injil Matius yang dikutip oleh Lukas, namun tidak dikutip oleh Markus. Namun karena para ahli alkitab Jerman ini tidak mengakui keutamaan Injil Matius, maka mereka berasumsi bahwa Lukas mengutip suatu sumber lain yang kemudian dikenal sebagai “Q”]. Karena keterbatasan waktu, tidak dapat kami jabarkan di sini studi banding ayat- ayat antara ketiga Injil Sinoptik dan hipotesa Q pada saat ini, kemungkinan di waktu yang akan datang, dapat kami bahas dengan lebih mendetail.

3. Apakah bedanya?

Sebenarnya Injil Matius dan Lukas yang pertama dituliskan, menuliskan beberapa pokok ajaran Kristus, yang tidak tertulis dalam Injil Markus, dan ajaran- ajaran ini adalah ajaran yang sungguh sangat penting, yaitu: Doa Bapa kami, Perjamuan Kudus, Pembenaran karena iman, kesaksian penting dari para wanita, komitmen/ perhatian Tuhan yang istimewa ditujukan kepada mereka yang miskin, dan kunci- kunci Kerajaan Surga yang dipercayakan kepada Petrus.

Pandangan bahwa Injil Matius yang pertama ditulis, akan memperjelas posisi ajaran ini sebagai ajaran- ajaran Kristus yang penting dan utama, sehingga melahirkan para orang kudus dan para martir yang rela mengobankan diri mereka demi iman, demi memperkenalkan iman mereka kepada orang lain, dan demi membela hak orang- orang miskin. Demikian pula, ajaran ini menumbuhkan penghormatan kepada otoritas Gereja yaitu Rasul Petrus dan para penerus mereka, karena kepada merekalah Kristus mempercayakan kuasa kepimpinan Gereja di dunia.

4. Apa pandangan umum yang ada sekarang, dan apakah yang dikatakan Vatikan?

Professor Helmut Koester pernah mengatakan:

“Yang paling mencengangkan dari injil Thomas adalah kebungkamannya dalam hal kematian Yesus dan kebangkitan-Nya- kunci dari pewartaan Rasul Paulus. Tetapi injil Thomas tidak sendirian dalam hal ini, Q (the Synoptic Sayings Source)… juga tidak menganggap kematian Yesus dan kebangkitan-Nya sebagai bagian dari pesan Kristiani. Injil Thomas dan Q menentang pandangan jemaat awal bahwa kematian dan kebangkitan Yesus merupakan titik pusat iman Kristen. Kedua dokumen itu hanya menganggap yang terpenting adalah perkataan Yesus, dan hanya perkataan Yesus saja.” (Helmut Koester, seperti dikutip oleh William Farmer, The Gospel of Jesus, oleh William Farmer, (Kentucky:Westminster/ John Knox Press), p. 3)

Membaca pernyataan ini saja seseorang dapat bertanya, “Bagaimana mungkin, injil apokrif Thomas (dokumen di akhir abad 2-abad 4) dan hipotesa Q yang baru lahir di abad ke 19, dapat lebih dipercaya daripada kanon Injil Perjanjian Baru atas kesaksian para saksi yang diajar oleh para rasul sendiri?” Namun adalah fakta dewasa ini, bahwa aliran Koester- Robinson (yang mengajarkan hipotesa bahwa Injil Markus ditulis lebih dulu dari Injil Matius dan Lukas) terus aktif dalam menyebarkan pengaruhnya, dan banyak pula mempengaruhi para ahli Kitab Suci, baik di kalangan Protestan maupun Katolik.

Di atas semua itu, perlulah kita ketahui jawaban yang dikeluarkan oleh Biblical Commission, (Komisi Kitab Suci di Vatikan), pada tanggal 19 Juni 1911, point 50 a-g (seperti dikutip dalam A Catholic Commentary on Holy Scripture, ed, Dom Orchard, p. 852):

1. Rasul Matius adalah sungguh pengarang Injil yang memakai namanya [Injil Matius].
2. Tradisi cukup banyak yang menunjukkan bahwa Matius menulis sebelum para pengarang Injil yang lain dan dituliskan dalam bahasa Palestina- Yahudi.
3. Tanggal penulisan Injil Matius tidak melampaui tahun kejatuhan Yerusalem (tahun 70 AD) dan tradisi dipenuhi dengan terbaik jika kita menempatkan hal itu sebelum kedatangan Paulus ke Roma (60 AD).
4. Matius tidak hanya menyusun sebuah koleksi perkataan- perkataan Yesus, tetapi sebuah Injil dalam arti yang sesungguhnya.
5. Injil Matius versi Yunani yang ada, adalah sama secara substantial dengan yang original [yang asli dalam bahasa Palestina- Yahudi]. Ini adalah kesimpulan sah dari kenyataan bahwa teks Yunani [Injil Matius] telah dinyatakan sebagai teks kanonik oleh para Bapa Gereja dan para penulis gerejawi, dan oleh Gereja awal itu sendiri.

Pandangan Vatikan ini kemudian mendapat peneguhan setelah beberapa ahli Kitab Suci Jerman di abad ke 20, seperti Hans Herbert Stoldt, dan Eta Linnemann, yang kemudian mempertanyakan keabsahan Two Source Hypothesis, karena kurangnya bukti yang dapat menyatakan bahwa Injil Markus merupakan Injil yang pertama dituliskan.

5. Kesimpulan

Melihat kenyataan di atas, kami di Katolisitas memilih untuk berpegang kepada tulisan para Bapa Gereja dan apa yang dinyatakan oleh pihak Vatikan [daripada berpegang kepada hipotesa para ahli Kitab suci di abad 19]: bahwa Injil yang pertama ditulis adalah Injil Matius.

 

sumber:

http://katolisitas.org/2011/01/18/injil-pertama-matius-atau-markus/

Comments on: "Injil pertama: Matius atau Markus?" (1)

  1. Injil Pertama ‘Markus’

    Dapat dilihat dari Gaya bahasa penulisan, penuturan cerita, dan sumber2 cerita.

    Injil Markus seringkali menggambarkan suatu cerita secara abstrak atau sepotong2, dan dengan cara penulisan yg lugas.

    Dan Matius menuliskan dengan gaya bahasa yg lebih halus, terstruktur, dan penulisan yg lengkap.

    2 hal diatas sudah bisa menunjukkan bahwa penulis injil Matius mengutip sebagian tulisan penulis injil Markus, untuk kemudian melengkapinya, dan menuliskan dengan gaya bahasa yg mudah dipahami, dan secara berurutan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: