open mind.com weblog


Pada bag 4 yang lalu telah diulas secara singkat perihal mekanisme dan bentuk2 kehidupan awal, zoo-fit, metazoa, dst… sekarang mari kita berjalan pada tahap berikutnya

“Jadilah benda2 penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam….”  HARI KE-4Kej 1:14-16)



Seperti yang sudah kita ulas sebelumnya, memang milyaran bintang termasuk matahari telah memancarkan sinarnya “di luar sana” sebelum hari pertama. Tetapi bagi pengamat di permukaan bumi “terang” itu belum terlihat. Komposisi awal atmosfir purba yang pekat membutuhkan jangka waktu sebelum akhirnya “terang” itu mulai sampai ke bumi pada “hari” pertama tersebut……PERLU DICATAT…sesuai dengan teori evolusi maka “terang” ini intensitasnya tidaklah muncul secara serta-merta dengan skala intensitas seperti sekarang. Terang datang secara bertahap, memerlukan jangka waktu tertentu. Mungkin “terang” yang mencapai permukaan bumi saat itu semacam “cahaya difusi” yang menyebar dengan intensitas rendah sehingga pengamat belum mampu menangkap secara utuh “sumber cahayanya”. “Terang” telah terlihat tetapi “benda-benda penerangnya” belum terlihat.

Jika pada “hari pertama” terang sudah mulai tampak maka…. seiring berjalannya proses yang sangat panjang…pada “hari keempat ” keadaan telah jauh berubah! Dengan telah “terbentuknya” berbagai mikroorganisme di bumi. Seiring dgn metazoa pertama muncul, yang membutuhkan oksigen untuk pertumbuhannya. Selama masa-masa itu jumlah oksigen dalam atmosfir bertambah dengan konstan!

Sejalan dengan semakin habisnya komponen yang terkandung dalam sup biotik, menjadi semakin perlu untuk mengembangkan satu material organik yang larut dalam air dari atmosfir. Dari fermentasi [peragian], bentuk metabolisme yang lebih sederhana tapi kurang efisien, langkah berikutnya adalah fotosintesis. Molekul klorofil yang khusus telah dikembangkan. Molekul ini memungkinkan organisme hidup untuk menangkap enerji surya untuk keperluan sistesis molekul organik. Para pelaku fotosintesis yang pertama melemparkan dirinya jauh-jauh dari kompetisi untuk memperebutkan molekul berenerji tinggi yang jumlahnya semakin berkurang itu, dan menetapkan diri mereka sebagai produser-produser primer. Sekali proses fotosintesis tercapai, masa depan bagi kehidupan terjamin sudah. 

Atmosfir purba yang pada mulanya terutama mengandung karbon dioksida, amonia, air dan nitrogen, tapi tidak ada oksigen bebas, dgn telah bermunculannya kehidupan penghasil oksigen kini mulai disuplai oksigen secara konstan sehingga berangsur semakin “cerah dan bersih”.

 Sehingga bagi pengamat yg ada di bumi “jadilah” benda2 penerang sebab matahari  mulai dapat terlihat secara jelas pada siang hari begitu juga bulan dan bintang mulai terlihat nyata di malam hari.

SUDAH JELASKAH BAGI ANDA SEKARANG MAKSUD JADILAH TERANG PADA HARI PERTAMA DENGAN JADILAH BENDA2 PENERANG PADA HARI KEEMPAT??? PASTI ANDA DAPAT MEMAHAMINYA.

HARI KE-5 DAN HARI KE-6

“Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung berterbangan….”  HARI KE-5 Kej 1:20,21)

Perlu diingat, ini bukan kejadian baru yang muncul serta-merta…. tetapi telah dimulai sejak awal  munculnya kehidupan awal…. hanya saja disini alkitab bertutur tentang ” URUTAN”  proses…dimana tumbuh2an yg lebih dulu “JADI”  pada hari ke-3, baru kemudian bentuk2 kehidupan multiseluler lain yang lebih kompleks..!

“Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar….”  HARI KE-6 Kej 1:24)

Mengapa aku menyatukan pembedahan hari ke-5 dan ke-6? Untuk hari ke-5 dan ke-6, jika kita menilik dari teori evolusi kimia, maka urut2an ini menjadi tidak terlalu prinsipil, mengapa? sebab masing2 spesies memiliki garis evolusinya masing yang tidak korelatif dgn pemisahan urutan waktu yang tegas seperti itu, tetapi alkitab memberikan informasi kronologis yg akurat sejak hari ke-1 hingga ke-4…..jadi tidak perlu meragukan kronologis di hari ke-5 dan ke-6.

INILAH  SAINS TERMUTAKHIR.

Dibutuhkan satu upaya imajinasi yang agak keras untuk mengingat betapa masih barunya gejala munculnya bentuk-bentuk kehidupan yang kompleks di bumi ini. Bayangkanlah sebuah dunia di mana bumi berisi batuan yang tandus dan terus menerus dikikis angin, di mana bentuk kehidupan yang paling kompleks adalah ganggang dan buih-buih di kolam-kolam. Ini adalah situasi yang terjadi pada sebagian besar sejarah bumi. Selama ribuan juta tahun perkembangan kehidupan berjalan dengan statis. Lalu, mendadak, dunia yang mandeg ini tiba-tiba meledak dalam salah satu ledakan yang paling dramatis dalam sejarah kehidupan di bumi. Catatan fosil kini menunjukan satu perkembangbiakan yang luar biasa dari  berbagai bentuk kehidupan. Kemunculan hewan-hewan bercangkang dan berkerangka telah memungkinkan dipeliharanya catatan tentang masa-masa ini dalam loh-loh batu. Ledakan dalam bentuk-bentuk baru kehidupan di lautan telah disejajarkan dengan kepunahan massal dari stromatolit yang lebih purba, yang sebelumnya merupakan bentuk kehidupan yang dominan di masa Proterozoik. Kemunculan berbagai jenis mahluk bersel banyak mengubah wajah bumi untuk selamanya. 

Kehidupan berkembang, bukan dalam garis kemajuan yang lurus dan mulus, melainkan melalui proses yang dengan tepat digambarkan oleh Stephen Jay Gould sebagai kesetimbangan terputus, di mana masa-masa panjang stabilitas disela oleh masa-masa perubahan yang mendadak dan penuh gejolak, yang dicirikan oleh kepunahan massal berbagai spesies. Selama 500 juta tahun, garis batas masa-masa geologis ditandai oleh gejolak-gejolak mendadak semacam itu, dimana hilangnya beberapa spesies menyiapkan jalan bagi berkembangbiaknya spesies yang lain. Ini adalah proses biologis yang setara dengan proses geologis yang membentuk pegunungan dan pergeseran benua. Ia sama sekali tidak memiliki kemiripan dengan karikatur vulgar tentang evolusi, yang menggambarkan evolusi sebagai satu proses sederhana yang berisi perubahan dan adaptasi yang gradual.

EVOLUSI BUKANLAH SATU PROSES PERUBAHAN DAN ADAPTASI GRADUAL!!!!

Menurut teori klasik Darwin kemunculan molekul kompleks pertama haruslah didahului oleh satu masa panjang perubahan progresif yang lambat, yang berpuncak pada “ledakan Kambrian” 500 juta tahun lalu. Namun, penyelidikan mutakhir menunjukkan bahwa bukan demikian halnya. Penyelidikan Gould dan yang lain-lain menunjukkan bahwa sepanjang dua-pertiga dari sejarah kehidupan di bumi – hampir 2,5 milyar tahun – kehidupan tinggal terisolasi pada tingkatan kompleksitas terendah yang pernah tercatat, sel prokariotik, dan tidak pernah bergeser dari situ.

Dengan kata lain, kemunculan dari organisme multiselular yang kompleks, basis dari segala bentuk kehidupan yang kita kenal sekarang, tidaklah muncul dari akumulasi perubahan adaptif yang lambat, gradual, dan “evolusioner”, tapi dari lompatan kualitatif yang berlangsung mendadak. Ini adalah revolusi biologis yang amat mengagumkan, di mana, “dalam waktu geologis yang sekejap,  dekat dengan awal masa Kambrian, hampir semua filum modern membuat kemunculan mereka yang pertama, bersama dengan jajaran, yang lebih besar lagi, eksperimen anatomis yang tidak lagi bertahan hidup lama sesudahnya.” Selama masa-masa Kambrian, sembilan filum (unit dasar dari pembedaan kerajaan hewan) dari invertebrata air muncul untuk pertama kalinya, termasuk protozoa, coelenterata (ubur-ubur, animon laut), spon, moluska dan trilobit. Dibutuhkan waktu 120 juta tahun untuk evolusi seluruh filum vertebrata. Di pihak lain, kita melihat kepunahan yang cepat dari stromatolit, yang telah menjadi bentuk kehidupan yang dominan selama 2 milyar tahun sebelumnya.

Selama masa Kambrian dan Ordovisian – 570-440 juta tahun lalu – terjadilah satu peningkatan yang mengagumkan atas jumlah graptolit dan trilobit, dan pertumbuhan keragaman dalam spesies mahluk air di seluruh dunia, termasuk kemunculan ikan-ikan yang pertama

Pertumbuhan dari kerangka biasanya terjadi melalui penumpukan kristal mineral ke atas protein berpori, yang dikenal sebagai kolagen. Kolagen, yang merupakan sepertiga dari seluruh protein dalam tubuh mahluk bertulang belakang, hanya dapat terbentuk jika ada oksigen bebas. Langkah pertama ke arah vertebrata kelihatannya adalah munculnya Pikaia, suatu mahluk seperti ikan yang tercatat di Burgess-Shale. Cumi-cumi laut kelihatannya juga merupakan satu rantai evolusioner antara hewan-hewan yang tinggal di permukaan dasar laut yang mengambil makanannya dari penyaringan bahan makanan, dan ikan yang dapat berenang dengan bebas. Ikan-ikan ini (ostracoderma) dilingkupi dengan sisik yang mirip cangkang, tanpa gigi atau rahang. Lompatan evolusioner dalam masa Silurian ini menghasilkan vertebrata yang pertama.

Di dalam masa inilah (140 juta tahun lalu) rahang pertama ber-evolusi dari insang depan, yang memungkinkan perburuan hewan lain sebagai ganti penyedotan bahan makan dari permukaan dasar laut.

Sampai waktu ini terdapat satu distribusi benua yang agak aneh. Benua-benua di selatan terkumpul dengan agak longgar untuk membentuk proto-Gondwanaland (Afrika, Amerika Selatan, Antartika, Australia, India), tapi Amerika Utara, Eropa dan Asia saling terpisah. Ada satu samudera proto-Atlantik (Iapetus) antara Eropa dan Amerika Utara, dan Kutub Selatan terletak di satu tempat di Afrika Barat Laut. Kemudian berbagai benua itu bergeser dan bersatu untuk membentuk satu super-benua tunggal – Pangaea. Proses ini dimulai 380 juta tahun lalu, ketika Samudera Iapetus lenyap, menghasilkan satu penciptaan sabuk pegunungan Kaledonia-Appalasia. Peristiwa ini dihasilkan dalam benturan Baltik dengan Kanada, yang menyatukan Eropa dengan Amerika Utara. Pada waktu itu, konvergensi yang terus berlangsung menyebabkan sudut barat laut dari Gondwanaland membentur Amerika Utara, menghasilkan satu massa-daratan yang semi-kontinyu, di mana semua benua disatukan.

Peningkatan area daratan yang demikian masif itu menghasilkan satu lompatan revolusioner dalam evolusi kehidupan itu sendiri. Untuk pertama kalinya, satu bentuk kehidupan mencoba untuk bergerak dari laut ke darat, pada garis pantainya. Amfibi dan tumbuhan darat pertama muncullah. Inilah titik awal dari pertumbuhan eksplosif dari kehidupan hewan dan tumbuhan. Masa ini ditandai dengan lenyapnya lingkungan laut-laut dangkal, dan sebagai akibatnya, kepunahan massal atau penurunan tajam dari banyak spesies air. Jelas, perubahan lingkungan memaksa beberapa spesies untuk bergerak dari daerah pantai lebih jauh ke darat, atau mati. Beberapa di antaranya berhasil, yang lain gagal. Mayoritas besar organisme air yang beradaptasi untuk hidup dalam cangkang dan tepian laut dangkal jatuh pada kepunahan. Amfibi akhirnya melahirkan reptil. Tumbuhan-tumbuhan darat yang pertama mengalami ledakan pertumbuhan, menghasilkan hutan-hutan raksasa yang mencapai ketinggian 30 meter. Banyak dari deposit batubara yang sekarang ini digali orang mendapati asal-usulnya dari masa ini, sebagai hasil dari akumulasi sampah selama jutaan tahun, yang membusuk di permukaan hutan prasejarah ini.

Banyak amfibi dari jaman Karbon menghabiskan waktunya di darat, tapi kembali ke air untuk meletakkan telur-telur mereka. Dari sana, lompatan evolusionernya terjadi ke arah reptilia, yang menghabiskan seluruh waktunya di darat dan meletakkan telur dalam jumlah lebih sedikit, yang dibungkus dalam cangkang kalsium karbonat.

aku tidak menampilkan gambar alur evolusi model Darwin sebab itu imajinasi BODOH DAN KONYOL!

JIKA ANDA PELAJARI LEBIH DETIL LOMPATAN EVOLUSIONER JENIS2 MAKHLUK HIDUP MAKA SANGAT JELAS HARI KE-5 DAN KE-6 RELATIF AKURAT! HEWAN LAUT TERBENTUK LEBIH DULU SEBELUM HEWAN DARAT!

THE SUPER STAR : MANUSIA

“Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,…” akhir HARI KE-6 (Kej 1: 26,27)

Hari ke-6 diakhiri dgn “munculnya” sang super star : MANUSIA….

SILAHKAN BERDEBAT DGN SIAPAPUN SAMPAI BOSAN DAN SAYA YAKIN MANUSIA AKAN DITEMPATKAN PADA TITIK TERTINGGI DARI SEMUA TEORI EVOLUSI!!!  MENGAPA??? SEBAB TEORI INI KONSEP MANUSIA.. MANUSIALAH YANG DENGAN SEGALA KESADARAN DAN AKAL BUDINYA KINI MENJADI PENGUASA PLANET BUMI DAN MENUANGKAN SEGALA BUDI BAHKAN  IMAJINASINYA UNTUK MENYADARI KEBERADAANNYA……..

akan sangat berbeda jika hewan2 langka yang menyusun konsep evolusi… mungkin akan tertulis : MANUSIA ADALAH MAKHLUK MASA DEPAN YANG MEMBINASAKAN MEREKA!!!!!

Akhir kata: aku ucapkan terima kasih kepada Hawking dan semua pakar evolusionis yg berkompeten.. sebab kalian melengkapi wawasanku tentang kemungkinan2 BAGAIMANA  TUHAN membuat semua ini terjadi…….Tuhan memberkati.

(Tamat)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: