open mind.com weblog


KESAKSIAN SECANGKIR WEDANG KOPI

oleh Paulus Miki Sucahyo pada 13 Juni 2010 jam 4:54

Pada awalnya, budaya minum kopi di pagi hari merupakan budaya orang-­orang barat. Berbeda dengan Indonesia, kebiasaan minum kopi sebenarnya untuk tujuan­-tujuan tertentu, misalnya supaya tidak mengantuk saat ronda atau menyetir.

Pada perkembangannya, kini acara minum kopi sudah menjadi gaya hidup tersendiri. Selain beragam jenis dan kemasan, muncul berderet tempat yang khusus menyuguhkan minuman khas berwarna hitam pekat itu. Cara minumnya pun berbagai cara. Gaya hidup semacam itu mulai dikenalkan pada masyarakat kebanyakan. Para penikmat minuman yang kali pertama dikenalkan di negara Brasil itu, tak lagi dimonopoli kaum Adam semata.

Adanya kedai kopi di Indonesia pada awalnya hanya menyediakan kopi bagi orang yang sedang dalam perjalanan, desain kedainya juga sangat sederhana. Mereka menikmati kopi sambil beristirahat dan berbincang­bincang dengan rekannya. Kebiasaan ini dilakukan terus menerus sehingga banyak kedai kopi yang bermunculan di Indonesia. Banyak masyarakat yang mulai gemar mendatangi kedai kopi. Tujuan mereka berbeda­ beda, ada yang hanya ingin menikmati kopi karena menikmati kopi di kedai ternyata lebih nikmat dari pada menikmati di rumah.

Banyak orang mengatakan, Anda tak sah disebut pernah mengunjungi Pulau Belitung jika belum mencicipi secangkir kopi di sana. Minum kopi adalah bagian dari kebudayaan masyarakat Belitung. Tak heran jika warung kopi banyak bertebaran di pulau itu.

Begitu lekatnya budaya minum kopi sampai-sampai Kota Manggar menjadikan warung kopi sebagai ikon baru industri pariwisata. Kota itu pernah menggelar acara massal minum kopi susu sekaligus mencanangkan Manggar sebagai “Kota 1001 Warung Kopi”

FILOSOFI ala WEDANG KOPI.

dapatkah kita mengambil filosofi wedang kopi ini dalam memaknai TRITUNGGAL?

Berbeda dengan matematika, 1 + 1 + 1 = 3, kalimat penjumlahan matematika-reduksionis semacam itu tdk mampu menggambarkan sejatinya hakikat/substansi bilangan “tiga”. Wedang kopi , kejadiannya jelas merupakan penjumlahan air panas + kopi bubuk + gula. Namun jelas, pastilah minum wedang kopi akan jauh berbeda dgn minum air panas sendiri lalu minum kopi bubuk sendiri lantas gula sendiri.

Mengapa berbeda? Sebab telah terjadi sebuah perubahan dari elemen-elemen pembentuk yang terpisah: air panas, kopi bubuk, gula menjadi suatu kesatuan sistem yaitu Wedang Kopi.

Mengapa Pemikiran Modern sulit memahami Konsepsi Kemanunggalan?

Modernisme membentuk masyarakat pengagum kemampuan berpikir analis, maka wajar jika cara berpikir modern ini tidak mampu menelaah konsepsi kemanunggalan dalam TRITUNGGAL MAHA KUDUS

Dalam sejarah ilmu modern, adalah Gallileo Galilei yg pertama kali memadukan percobaan ilmiah dengan bahasa matematika untuk merumuskan hukum-hukum alam yang ditemukannya, oleh karena itu ia dianggap sebagai bapak ilmu modern.Kedua aspek karya utama Gallileo – pendekatan empirik dan penggunaan gambaran alam matematisnya – menjadi sifat ilmu yang dominan pada abad ketujuh belas dan tetap menjadi kriteria penting teori ilmiah hingga dewasa ini.

Galileo Galilei (lahir di Pisa, Toscana, 15 Februari 1564 – meninggal di Arcetri, Toscana, 8 Januari 1642 pada umur 77 tahun) adalah seorang astronom, filsuf, dan fisikawan Italia yang memiliki peran besar dalam revolusi ilmiah.

Sumbangannya dalam keilmuan antara lain adalah penyempurnaan teleskop, berbagai observasi astronomi, dan hukum gerak pertama dan kedua (dinamika). Selain itu, Galileo juga dikenal sebagai seorang pendukung Copernicus mengenai peredaran bumi mengelilingi matahari.

Akibat pandangannya yang disebut terakhir itu ia dianggap merusak iman dan diajukan ke pengadilan gereja Italia tanggal 22 Juni 1633. Pemikirannya tentang matahari sebagai pusat tata surya bertentangan dengan ajaran Aristoteles maupun keyakinan gereja bahwa bumi adalah pusat alam semesta. Ia dihukum dengan pengucilan (tahanan rumah) sampai meninggalnya. Baru pada tahun 1992 Paus Yohanes Paulus II menyatakan secara resmi bahwa keputusan penghukuman itu adalah salah, dan dalam pidato 21 Desember 2008 Paus Benediktus XVI menyatakan bahwa Gereja Katolik Roma merehabilitasi namanya sebagai ilmuwan.

Menurut Stephen Hawking, Galileo dapat dianggap sebagai penyumbang terbesar bagi dunia sains modern. Ia juga sering disebut-sebut sebagai “bapak astronomi modern”, “bapak fisika modern”, dan “bapak sains”. Hasil usahanya bisa dikatakan sebagai terobosan besar dari Aristoteles. Konfliknya dengan Gereja Katolik Roma (Peristiwa Galileo) adalah sebuah contoh awal konflik antara otoritas agama dengan kebebasan berpikir (terutama dalam sains) pada masyarakat Barat.

Dilanjutkan oleh Descartes – bapak filsafat modern – yang mempercayai bahwa kunci alam semesta itu adalah struktur matematis. Dan dalam pikirannya ilmu itu sinonim dengan matematika. Dialah yang mempopulerkan metode analisa yang terdiri atas pemecahan pikiran dan masalah menjadi potongan-potongan kecil dan kemudian menyusun kembali potongan-potongan kecil itu dalam struktur “logis”. Metode inilah yang menurut Fritjof Capra dalam The Turning Point menjadi suatu karakteristik penting pikiran ilmiah modern dan terbukti sangat bermanfaat dalam perkembangan teori-teori ilmiah dan pelaksanaan proyek tekhnologi yang kompleks. Descartes, kadang dipanggil “Bapak Matematika Modern”, adalah salah satu pemikir paling penting dan berpengaruh dalam sejarah barat modern. Dia menginspirasi generasi filsuf kontemporer dan setelahnya, membawa mereka untuk membentuk apa yang sekarang kita kenal sebagai rasionalisme kontinental, sebuah posisi filosofikal pada Eropa abad ke-17 dan 18.

Pemikirannya membuat sebuah revolusi falsafi di Eropa karena pendapatnya yang revolusioner bahwa semuanya tidak ada yang pasti, kecuali kenyataan bahwa seseorang bisa berpikir.

Dalam bahasa Latin kalimat ini adalah: cogito ergo sum sedangkan dalam bahasa Perancis adalah: Je pense donc je suis. Keduanya artinya adalah:

“Aku berpikir maka aku ada”. (Ing: I think, therefore I am)

Meski paling dikenal karena karya-karya filosofinya, dia juga telah terkenal sebagai pencipta sistem koordinat Kartesius, yang mempengaruhi perkembangan kalkulus modern.

Ia juga pernah menulis buku berjudul Rules for the Direction of the Mind.

METODE ILMIAH
Secara umum penelitian itu dapat dilakukan dengan metode ilmiah dan metode naturalis (naturalistic approach). Penelitian yang menggunakan metode naturalis sejalan dengan grounded theory atau metode ini sering juga disebut dengan pendekatan kualitatif. Pembahasan mengenai perbedaan kedua
pendekatan ini akan dibahas lebih lanjut dalam sub-bab paradigma penelitian. Metode ilmiah merupakan prosedur atau cara-cara tertentu yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan yang disebut dengan
ilmu/pengetahuan ilmiah. Epistemoligi (filsafat pengetahuan) merupakan suatu cara untuk memperoleh pengetahuan dalam kajian filsafat. Dengan demikian, metode ilmiah merupakan epistemologi ilmu yang
mengkaji sumber-sumber untuk memperoleh kajian yang benar.

Penelitian ilmiah berfokus pada metode yang baku untuk mengidentifikasi permasalahan, mengumpulkan data, menganalisis data dan menarik kesimpulan yang valid. Penelitian ilmiah bersifat lebih obyektif

Penelitian ilmiah melibatkan theory construction dan theory verification. Kontruksi teori merupakan suatu proses untuk membentuk struktur dan kerangka teori yang akan digunakan untuk mengembangkan suatu hipotesis yang relevan dengan struktur teorinya. Selanjutnya dengan menggunakan fakta, maka hipotesis tersebut diuji secara empiris. Meskipun tidak ada konsensus tentang urutan dalam metode ilmiah, metode ilmiah umumnya memiliki beberapa karakteristik umum sebagai berikut :

Kritis dan analitis:
mendorong suatu kepastian dan proses penelitian untuk mengidentifikasi masalah dan metode untuk mendapatkan solusinya.

Logis:
merujuk pada metode dari argumentasi ilmiah. Kesimpulan rasional diturunkan dari bukti yang ada.

Testabiity:
penelitian ilmiah harus dapat menguji hipotesis dengan pengujian statistik yang menggunakan data yang dikumpulkan.

Obyektif:
hasil yang diperoleh ilmuwan yang lain akan sama apabila studi yang sama dilakukan pada kondisi yang sama. Hasil penelitian dikatakan ilmiah apabila dapat dibuktikan kebenarannya.

Konseptual dan Teoretis:
ilmu pengetahuan mengandung arti pengembangan suatu struktur konsep dan teoretis untuk menuntun dan mengarahkan upaya penelitian.

Empiris:
metode ini pada prinsipnya berstandar pada realitas.

Sistematis:
mengandung arti suatu prosedur yang cermat.

Suatu penelitian dikatakan penelitian ilmiah yang baik jika memenuhi kriteria berikut: Menyatakan tujuan secara jelas, Rigor (kokoh),menunjukkan proses penelitian yang dilakukan secara hati-hati (prudent) dengan keakurasian yang tinggi. Basis teori dan rancangan penelitian yang baik akan menambah
kekokohan dari penelitian ilmiah. Menggunakan landasan teoretis dan metode pengujian data yang
relevan. Mengembangkan hipotesis yang dapat diuji dari telaah teoretis atau berdasarkan pengungkapan data. Mempunyai kemampuan untuk diuji ulang (replikasi). Memilih data dengan presisi sehingga hasilnya dapat dipercaya. Tidak ada penelitian yang sempurna dan ketepatannya tergantung pada keyakinan peneliti yang dapat diterima umum. Kesalahan pengukuran data dapat menyebabkan ketepatan penelitian menurun. Desain penelitian harus dilakukan dengan baik sehingga hasil penelitian dapat dekat dengan kenyataannya (precision) dengan tingkat probabilitas keyakinan (confidence) yang tinggi. Menarik kesimpulan dilakukan secara obyektif. Hasil penelitian ilmiah akan memberikan hasil dan konklusi yang obyektif jika tidak dipengaruhi oleh faktor subyektif peneliti. Melaporkan hasilnya secara parsimony (simpel), yaitu penelitian ilmiah mempunyai kemudahan di dalam menjelaskan hasil.

Temuan penelitian dapat digeneralisasi. Hasil penelitian ilmiah mampu untuk diuji ulang dengan hasil yang konsisten dengan waktu, obyek, dan situasi yang berbeda.

Penelitian digambarkan sebagai suatu kegiatan untuk menyelesaikan suatu teka-teki. Bagi seorang peneliti, teka-teki merupakan masalah-masalah yang dapat diatasi atau diselesaikan melalui penalaran. Setiap saat kita melakukan penalaran dengan tingkat keberhasilan yang berbeda dan mengkomunikasikan pengertian itu dalam bahasa sehari-hari, atau dalam kasus-kasus khusus, dalam bentuk logis dan simbolis. Penyampaian pengertian itu melalui dua cara yaitu eksposisi atau argumentasi. Eksposisi terdiri dari pernyataan-pernyataan deskriptif yang sekadarnya saja dan mempunyai alasan-alasan. Argumentasi memungkinkan kita untuk menjelaskan, mengartikan, membela, menantang, dan menjajaki pengertian yang disampaikan. Hasil penelitian harus dijelaskan dengan argumen yang dapat diterima.

Ada dua jenis bentuk argumen yang sangat penting dalam penelitian yaitu:
deduksi (deduction) dan induksi (induction).

Deduksi
Deduksi merupakan proses pengambilan kesimpulan sebagai akibat dari alasan-alasan yang diajukan berdasarkan hasil analisis data. Proses pengambilan kesimpulan dengan cara deduksi didasari oleh alasan-alasan yang benar dan valid. Proses pengambilan kesimpulan berdasarkan alasan-alasan yang valid atau dengan menguji hipotesis dengan menggunakan data empiris disebut proses deduksi (deduction) dan metodenya disebut metode deduktif (deductive method) dan penelitiannya disebut penelitian deduktif (deductive research). Proses deduksi selalu digunakan pada penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif (scientific). Deduksi dikatakan tepat jika premis (alasan) dan konklusi benar dan sahih, hal ini berarti:
1. Alasan (premis) yang diberikan untuk kesimpulan harus sesuai dengan kenyataan (benar).
2. Kesimpulan harus diambil dari alasan-alasannya (sahih).

Induksi
Induksi didefinisikan sebagai proses pengambilan kesimpulan (atau pembentukan hipotesis) yang didasarkan pada satu atau dua fakta atau bukti-bukti. Pendekatan induksi sangat berbeda dengan deduksi. Tidak ada hubungan yang kuat antara alasan dan konklusi. Proses pembentukan hipotesis dan pengambilan kesimpulan berdasarkan data yang diobservasi dan dikumpulkan terlebih dahulu disebut proses induksi (induction process) dan metodenya disebut metode induktif (inductive method) dan penelitiannya disebut penellitian induktif (inductive research). Dengan demikian pendekatan induksi mengumpulkan data terlebih dahulu baru hipotesis dibuat jika diinginkan atau konklusi langsung diambil jika hipotesis tidak digunakan. Proses induksi selalu digunakan pada penelitian dengan pendekatan kualitatif (naturalis). Penalaran induksi merupakan proses berpikir yang berdasarkan kesimpulan umum pada kondisi khusus. Kesimpulan menjelaskan fakta sedangkan faktanya mendukung kesimpulan.

Dari pikiran analitis Descartes, adalah Isaac Newton yang meramunya dengan pikiran empiris-induktifnya Francis Bacon sehingga melahirkan sebuah pandangan hidup yang mekanistis.
Sir Isaac Newton FRS (lahir di Woolsthorpe-by-Colsterworth, Lincolnshire, 4 Januari 1643 – meninggal 31 Maret 1727 pada umur 84 tahun; seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi, filsuf alam, alkimiwan, dan teolog yang berasal dari Inggris. Ia merupakan pengikut aliran heliosentris dan ilmuwan yang sangat berpengaruh sepanjang sejarah, bahkan dikatakan sebagai bapak ilmu fisika klasik.Karya bukunya Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica yang diterbitkan pada tahun 1687 dianggap sebagai buku paling berpengaruh sepanjang sejarah sains. Buku ini meletakkan dasar-dasar mekanika klasik. Dalam karyanya ini, Newton menjabarkan hukum gravitasi dan tiga hukum gerak yang mendominasi pandangan sains mengenai alam semesta selama tiga abad. Newton berhasil menunjukkan bahwa gerak benda di Bumi dan benda-benda luar angkasa lainnya diatur oleh sekumpulan hukum-hukum alam yang sama. Ia membuktikannya dengan menunjukkan konsistensi antara hukum gerak planet Kepler dengan teori gravitasinya. Karyanya ini akhirnya menyirnakan keraguan para ilmuwan akan heliosentrisme dan memajukan revolusi ilmiah.

Pandangan Descartes yang melihat alam semesta materi adalah sebuah mesin dan tidak lebih dari sekedar mesin yang bekerja secara mekanik sejalan dengan mekanika Newton.

Dalam bidang mekanika, Newton mencetuskan adanya prinsip kekekalan momentum dan momentum sudut. Dalam bidang optika, ia berhasil membangun teleskop refleksi yang pertama dan mengembangkan teori warna berdasarkan pengamatan bahwa sebuah kaca prisma akan membagi cahaya putih menjadi warna-warna lainnya. Ia juga merumuskan hukum pendinginan dan mempelajari kecepatan suara.

Dalam bidang matematika pula, bersama dengan karya Gottfried Leibniz yang dilakukan secara terpisah, Newton mengembangkan kalkulus diferensial dan kalkulus integral. Ia juga berhasil menjabarkan teori binomial, mengembangkan “metode Newton” untuk melakukan pendekatan terhadap nilai nol suatu fungsi, dan berkontribusi terhadap kajian deret pangkat.

Sampai sekarang pun Newton masih sangat berpengaruh di kalangan ilmuwan. Sebuah survei tahun 2005 yang menanyai para ilmuwan dan masyarakat umum di Royal Society mengenai siapakah yang memberikan kontribusi lebih besar dalam sains, apakah Newton atau Albert Einstein, menunjukkan bahwa Newton dianggap memberikan kontribusi yang lebih besar.

Dari pikiran keduanya lahirlah paradigma keilmuan, baik alam maupun sosial, yang berangkat dari metode analisa ilmiah dan memandang suatu sistem bagaikan mesin.

Dalam dunia kedokteran,tiga abad setelah Descartes ternyata ilmu kedokteran – sebagaimana ditulis George Engel, masih didasarkan pada pengertian tubuh sebagai mesin, dan penyakit sebagai konsekuensi rusaknya mesin, dan tugas dokter untuk memperbaiki mesin itu.

Demikian juga ilmu psikologi, tiga aliran utama pemikiran psikologi pada dekade awal abad ke-20 tidak hanya didasarkan pada paradigma Cartesian melainkan juga atas konsep-konsep realitas Newtonian. Aliran strukturalis mempelajari akal pikiran melalui introspeksi dan mencoba menganalisa kesadaran hingga elemen-elemen dasarnya. Sementara aliran behavioris memusatkan sepenuhnya pada penelitian perilaku sehingga mengesampingkan atau mengingkari keberadaan pikiran sama sekali. Demikian juga dengan teori Freud yang sedemikian revolusioner, sebenarnya konsep-konsep dasarnya menggunakan Newtonian.

KEMANUNGGALAN DALAM TRITUNGGAL

Seperti yg sudah saya tulis sebelumnya, Modernisme membentuk masyarakat pengagum kemampuan berpikir analis, maka wajar jika cara berpikir modern ini tidak mampu menelaah konsepsi kemanunggalan dalam TRITUNGGAL MAHA KUDUS

Dengan metode ilmu yang demikian, tentu sangat sulit bagi kaum modernis untuk memahami konsep kemanunggalan. Sebab pandangan seperti itu akan mereduksi kesatuan Bapa – Putra – Roh Kudus sebagai elemen-elemen yang tidak berkaitan satu sama lain

Telaah ilmiah termutakhir, memberikan sebuah terobosan baru yang dapat mendukung konsepsi kemanunggalan ini secara ilmiah.Sebuah konsepsi keilmuan baru yang menggeser dasar-dasar keilmuan modern.

Mekanika Kuantum.
Mekanika kuantum adalah cabang dasar fisika yang menggantikan mekanika klasik pada tataran atom dan subatom. Ilmu ini memberikan kerangka matematika untuk berbagai cabang fisika dan kimia, termasuk fisika atom, fisika molekular, kimia komputasi, kimia kuantum, fisika partikel, dan fisika nuklir. Mekanika kuantum adalah bagian dari teori medan kuantum dan fisika kuantum umumnya, yang, bersama relativitas umum, merupakan salah satu pilar fisika modern. Dasar dari mekanika kuantum adalah bahwa energi itu tidak kontinyu, tapi diskrit — berupa ‘paket’ atau ‘kuanta’. Konsep ini cukup revolusioner, karena bertentangan dengan fisika klasik yang berasumsi bahwa energi itu berkesinambungan.

Pada tahun 1900, Max Planck memperkenalkan ide bahwa energi dapat dibagi-bagi menjadi beberapa paket atau kuanta. Ide ini secara khusus digunakan untuk menjelaskan sebaran intensitas radiasi yang dipancarkan oleh benda hitam. Pada tahun 1905, Albert Einstein menjelaskan efek fotoelektrik dengan menyimpulkan bahwa energi cahaya datang dalam bentuk kuanta yang disebut foton. Pada tahun 1913, Niels Bohr menjelaskan garis spektrum dari atom hidrogen, lagi dengan menggunakan kuantisasi. Pada tahun 1924, Louis de Broglie memberikan teorinya tentang gelombang benda.

Teori-teori di atas, meskipun sukses, tetapi sangat fenomenologikal: tidak ada penjelasan jelas untuk kuantisasi. Mereka dikenal sebagai teori kuantum lama.

Frase “Fisika kuantum” pertama kali digunakan oleh Johnston dalam tulisannya Planck’s Universe in Light of Modern Physics (Alam Planck dalam cahaya Fisika Modern).

Mekanika kuantum modern lahir pada tahun 1925, ketika Werner Karl Heisenberg mengembangkan mekanika matriks dan Erwin Schrödinger menemukan mekanika gelombang dan persamaan Schrödinger. Schrödinger beberapa kali menunjukkan bahwa kedua pendekatan tersebut sama.

Heisenberg merumuskan prinsip ketidakpastiannya pada tahun 1927, dan interpretasi Kopenhagen terbentuk dalam waktu yang hampir bersamaan. Pada 1927, Paul Dirac menggabungkan mekanika kuantum dengan relativitas khusus. Dia juga membuka penggunaan teori operator, termasuk notasi bra-ket yang berpengaruh. Pada tahun 1932, Neumann Janos merumuskan dasar matematika yang kuat untuk mekanika kuantum sebagai teori operator.

Bidang kimia kuantum dibuka oleh Walter Heitler dan Fritz London, yang mempublikasikan penelitian ikatan kovalen dari molekul hidrogen pada tahun 1927. Kimia kuantum beberapa kali dikembangkan oleh pekerja dalam jumlah besar, termasuk kimiawan Amerika Linus Pauling.

Berawal pada 1927, percobaan dimulai untuk menggunakan mekanika kuantum ke dalam bidang di luar partikel satuan, yang menghasilkan teori medan kuantum. Pekerja awal dalam bidang ini termasuk Dirac, Wolfgang Pauli, Victor Weisskopf dan Pascaul Jordan. Bidang riset area ini dikembangkan dalam formulasi elektrodinamika kuantum oleh Richard Feynman, Freeman Dyson, Julian Schwinger, dan Tomonaga Shin’ichirō pada tahun 1940-an. Elektrodinamika kuantum adalah teori kuantum elektron, positron, dan Medan elektromagnetik, dan berlaku sebagai contoh untuk teori kuantum berikutnya.

Interpretasi banyak dunia diformulasikan oleh Hugh Everett pada tahun 1956.

Teori Kromodinamika kuantum diformulasikan pada awal 1960an. Teori yang kita kenal sekarang ini diformulasikan oleh Polizter, Gross and Wilzcek pada tahun 1975. Pengembangan awal oleh Schwinger, Peter Higgs, Goldstone dan lain-lain. Sheldon Lee Glashow, Steven Weinberg dan Abdus Salam menunjukan secara independen bagaimana gaya nuklir lemah dan elektrodinamika kuantum dapat digabungkan menjadi satu gaya lemah elektro.

Eksperimen penemuan

* Eksperimen celah-ganda Thomas Young membuktikan sifat gelombang dari cahaya. (sekitar 1805)
* Henri Becquerel menemukan radioaktivitas (1896)
* Joseph John Thomson – eksperimen tabung sinar kathoda (menemukan elektron dan muatan negatifnya) (1897)
* Penelitian radiasi benda hitam antara 1850 dan 1900, yang tidak dapat dijelaskan tanpa konsep kuantum.
* Robert Millikan – eksperimen tetesan oli, membuktikan bahwa muatan listrik terjadi dalam kuanta (seluruh unit), (1909)
* Ernest Rutherford – eksperimen lembaran emas menggagalkan model puding plum atom yang menyarankan bahwa muatan positif dan masa atom tersebar dengan rata. (1911)
* Otto Stern dan Walter Gerlach melakukan eksperimen Stern-Gerlach, yang menunjukkan sifat kuantisasi partikel spin (1920)
* Clyde L. Cowan dan Frederick Reines meyakinkan keberadaan neutrino dalam eksperimen neutrino (1955)

Bukti dari mekanika kuantum

Mekanika kuantum sangat berguna untuk menjelaskan perilaku atom dan partikel subatomik seperti proton, neutron dan elektron yang tidak mematuhi hukum-hukum fisika klasik. Atom biasanya digambarkan sebagai sebuah sistem di mana elektron (yang bermuatan listrik negatif) beredar seputar nukleus atom (yang bermuatan listrik positif). Menurut mekanika kuantum, ketika sebuah elektron berpindah dari tingkat energi yang lebih tinggi (misalnya dari n=2 atau kulit atom ke-2 ) ke tingkat energi yang lebih rendah (misalnya n=1 atau kulit atom tingkat ke-1), energi berupa sebuah partikel cahaya yang disebut foton, dilepaskan. Energi yang dilepaskan dapat dirumuskan sbb:

E = hf\!

keterangan:

* E\! adalah energi (J)
* h\! adalah tetapan Planck, h = 6.63 \times 10^{-34}\! (Js), dan
* f\! adalah frekuensi dari cahaya (Hz)

Dalam spektrometer massa, telah dibuktikan bahwa garis-garis spektrum dari atom yang di-ionisasi tidak kontinyu, hanya pada frekuensi/panjang gelombang tertentu garis-garis spektrum dapat dilihat. Ini adalah salah satu bukti dari teori mekanika kuantum.

FILOSOFI MEKANIKA KUANTUM

Konsepsi ini pada secara filosofis memandang alam sebagai suatu kesatuan sistem yang struktur-struktur khususnya muncul dari interaksi dan saling ketergantungan semua elemen pembentuknya. Aktifitas sistem ini melibatkan suatu proses yang dikenal dengan transaksi-interaksi seketika dan ketergantungan satu sama lain antar komponen-komponen majemuk. Sifat sistemik menjadi rusak pada waktu sistem dipotong-potong baik secara fisik maupun teoritis menjadi elemen yang terpisah. Meskipun kita dapat melihat bagian-bagian dalam sistem, hakikat keseluruhan berbeda dari sekedar jumlah bagian-bagiannya.

tidak sekedar 1 + 1 + 1 = 3

tetapi

ax + ay +az= [A]

Hakikat [A] tidak sekedar penjumlahan bagian-bagiannya. Meskipun kita dapat melihat bagian-bagian dalam sistem, hakikat keseluruhan berbeda dari sekedar jumlah bagian-bagiannya.

air panas, kopi bubuk, dan gula menjadi suatu kesatuan sistem yaitu Wedang Kopi.

ketika kita sedang menikmati secangkir wedang kopi yang hangat.. ternyata kita dapat memahamiNya dengan benar…..

Surabaya, 12 Juni 2010
oleh : Paulus Miki Sucahyo

catatan terkait :
The Trinity is not A Mathematical Absurdity!
http://www.facebook.com/note.php?saved&&suggest&note_id=10150191715510066#!/note.php?note_id=501831390065

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: