open mind.com weblog

TIANG atau SALIB?


“Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan. Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.” (Mat 27:31-32, lih. Mrk 15:20-21, Luk 23:26)

“Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya.” (Matius 27:38, lih. Mrk 15:27-28)

Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya, (Luk 23:33, lih. Yoh 19:18)

“Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya.” (Mat 27:42)

Fakta sejarah

a. Sejarah mencatat bahwa penyaliban merupakan salah satu cara hukuman mati yang dilakukan di Persia, Seleusia, Carthage dan Roma sekitar abad 6 BC sampai abad 4 AD.

Tahun 337 hukuman penyaliban ini dihapuskan oleh Kaisar Konstantin di Roma. Memang istilah ‘crucifixion‘ dapat mengacu kepada hukuman siksaan di tiang ataupun pada pohon, namun juga dapat berarti pemakuan pada kombinasi palang kayu tiang terdiri dari tiang vertikal dan horizontal. Jika palang horizontal digunakan maka narapidana tersebut dipaksa untuk memanggulnya di bahunya, yang kemungkinan sudah luka- luka karena cambukan, ke tempat penyaliban. Sedangkan tiang vertikalnya umumnya sudah ada di tempat penyaliban. Kitab Suci mengatakan, bahwa setelah didera/ dihajar (lih. Luk 23:16) Yesus dibawa keluar untuk disalibkan, dan kemudian Simon dari Kirene dipaksa untuk membantu memikul salib Kristus (lih. Mrk 15: 21, Luk 23:16). Maka kita ketahui di sini bahwa Yesus disalibkan dengan pada tiang dengan palang mendatar/ horizontal, sebab palang inilah yang dipikul-Nya dan oleh Simon yang kemudian membantu-Nya.

b. Josephus (37-100), seorang sejarahwan Yahudi pada abad awal menuliskan beberapa cara penyiksaan dan posisi penyaliban pada sekitar keruntuhan Yerusalem di abad pertama.

Terdapat banyak cara penyaliban, namun yang umum adalah dengan palang salib horisontal tepat di di atas tiang sehingga membentuk huruf “T” atau palang tersebut diletakkan sedikit ke bawah seperti yang umum dikenal oleh kita umat Kristiani sebagai salib Kristus.

Josephus menuliskan demikian:

“Sekarang, sekitar waktu ini, Yesus, seorang yang bijak, kalau itu benar/ lawful memanggilnya sebagai manusia; sebab ia adalah seorang pembuat mukjizat, seorang guru bagi orang- orang yang menerima kebenaran dengan suka cita. Ia menarik kepadanya banyak orang Yahudi maupun non- Yahudi. Ia adalah Kristus. Dan ketika Pilatus, atas dorongan para pemimpin di antara kita, telah menghukumnya ke salib, mereka yang mengasihinya tidak meninggalkan dia; sebab ia menampakkan diri kepada mereka pada hari ketiga; seperti dinubuatkan oleh para nabi tentang hal ini dan sepuluh ribu hal ajaib lainnya tentang dia. Dan suku Kristen, yang mengambil nama darinya, tidak punah sampai hari ini…” (Josephus, Antiquities of the Jews, XVIII, 3:8-10)

Tulisan- tulisan pertama yang menjabarkan tentang penyaliban Yesus tidak secara khusus menyebutkan bentuk salib-Nya, tetapi tulisan-tulisan sekitar tahun 100 menyebutkan salib Kristus tersebut berbentuk T (huruf Tunani ‘tau’, seperti dituliskan dalam Surat Barnabas bab 9) atau komposisi palang vertikal dan horizontal, dengan sedikit tonjolan di atas- nya (lih. Irenaeus (130-202) Adversus Haereses II, xxiv,4). Ini cocok dengan penjabaran Mat 27:37, yang menuliskan bahwa di atas kepala Yesus, terpasang tulisan, “Inilah Yesus Raja orang Yahudi”.

c. Penemuan terkini tentang penyaliban adalah melalui penemuan arkeologis dari penggalian tahun 1968 di sekitar arah timur laut Yerusalem.

Ditemukan sebuah sisa- sisa jenazah seorang laki- laki, yang diidentifikasikan sebagai Yohan Ben Ha’galgol, yang meninggal tahun 70 AD. Analisa yang dilakukan oleh Hadassah Medical School, menyatakan bahwa luka-luka di tubuhnya seuai dengan yang dikisahkan sebagai luka- luka pada penyaliban Kristus. Penemuan lainnya adalah yang juga berasal dari abad pertama, dengan penemuan tulang kaki dengan paku, yang ditemukan di Yerusalem, yang kini disimpan oleh Israel Antiquities Authority di Israel Museum, juga menggambarkan luka- luka di kaki akibat penyaliban.

d. Bukti dari Kain kafan Turin (The Shroud of Turin), yang selengkapnya dapat dibaca di situs ini, silakan klik.

Pihak Vatikan memang belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang keotentikan kain kafan Turin ini, namun dari data- data yang dapat kita baca mengenai penyelidikan sains tentang kain ini, semakin menunjukkan bukti yang cukup kuat bahwa kain ini bukan merupakan produk forgery/ pemalsuan dari abad pertengahan.

Dari informasi yang dapat kita baca di link di atas, kain kafan Turin diyakini sebagai kain yang membungkus jenazah Yesus pada saat Ia dikuburkan. Menurut fakta sejarah, kain ini pertama ditemukan di dinding kota Edessa (antara tahun 525-544) ketika kota itu diserang pasukan Persia. Sebelum kejadian itu tidaklah diketahui dengan pasti kisah dari kain Turin ini. Menurut sejarahwan Ian Wilson, yang mempelajari tradisi dan tulisan- tulisan pada abad awal, kemungkinan murid Yesus yang bernama Addai [Yudas Thaddeus] membawa kain kafan ini dari Yerusalem ke Edessa atas permintaan Raja Akbar V, yang pada saat itu sakit keras. Namun kemudian cucu dari Raja Akbar V tersebut menyerang umat Kristen, sehingga kain tersebut hilang ataupun disembunyikan. Kisah tentang Raja Akbar V ini dimuat dalam catatan sejarah Eusebius. Selanjutnya, berabad kemudian kain kafan ini ditemukan kembali oleh seorang prajurit Perancis, Geoffrey de Charny (1349), yang diperolehnya dari Konstantinopel.

Sejarah menunjukkan bahwa telah diadakan berkali- kali pemeriksaan akan keotentikan kain kafan dan gambar yang tercetak pada kain tersebut, yang padanya ‘tercetak’ gambar tubuh seorang laki- laki dengan luka- luka penyaliban. Jadi terdapat dua jenis gambar pada kain itu, yaitu bercak darah yang disebabkan oleh luka- luka; dan gambar rupa manusia yang bukan disebabkan oleh bercak darah. Asal gambar ini tidak dapat dijelaskan menurut para ahli yang telah meneliti kain kafan tersebut. Yang jelas, gambar itu bukan hasil pencetakan/ lukisan, dan bukan pula berasal dari darah atau karena persentuhan dengan tubuh manusia. (lih. Ray Rogers, Comments on the Book, The Resurrection of the Shroud by Mark Antonacci, 2001, p.4)

Melalui gambar tersebut, terdapat bukti luka- luka sebagai berikut:

1. Luka cambukan, sebanyak 120 buah (menurut Giulio Ricci 220 buah). Walaupun batas pencambukan menurut hukum Yahudi adalah 40, namun kemungkinan prajurit Romawi tidak mengikuti aturan ini, atau cambukannya terdiri dari tiga cabang sehingga semuanya berjumlah 120 cambukan.

2. Luka pada mahkota duri di kepala

3. Luka bekas paku di tangan dan kaki.
Mengenai luka di tangan, gambarnya sudah pernah kami tayangkan di sini, silakan klik.

4. Memar di muka, fraktur di hidung, luka besar di pipi kanan, luka di bawah mata kanan sehingga membuat mata kanan menutup, darah dari kedua lubang hidung, dan pipi sebelah kiri.

5. Luka besar di bahu, akibat memikul salib. Ini cocok dengan deskripsi bahwa Yesus memikul palang salib horizontal di bahu-Nya ke Golgota, walau di tengah jalan Simon dari Kirene dipaksa oleh para serdadu untuk membantu-Nya.

6. Tidak ada tulang-Nya yang dipatahkan. Luka paku 7 inci terlihat pada kakinya.

7. Luka pada lambungnya, karena tikaman.

KESIMPULAN

dari ayat- ayat Kitab Suci maupun fakta sejarah, kita ketahui bahwa Yesus disalibkan di tiang yang terdiri dari palang vertikal dan horisontal (bentuk salib), jadi bukan ‘hanya’ pada tiang/ pohon vertikal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: