open mind.com weblog


Injil Yudas/The Gospel of Judas
(Kodeks Tchacos[1])

Pendahuluan Injil Yudas: Incipit
Inilah risalah rahasia tentang penyataan yang Yesus telah katakan dalam percakapan dengan Yudas Iskariot selama seminggu, tiga hari sebelum ia merayakan Paskah. Ketika Yesus tampak di muka bumi, ia membuat mukjizat-mukjizat dan keajaiban-keajaiban besar bagi keselamatan manusia. Dan karena beberapa orang [berjalan] dalam jalan kebenaran, sementara yang lainnya berjalan dalam pelanggaran-pelanggaran, dua belas murid dipanggil. Ia pun mulai berbicara dengan mereka perihal rahasia-rahasia di luar dunia dan apa yang akan terjadi pada akhirnya. Seringkali ia tidak tampak kepada murid-muridnya sebagai dirinya sendiri, melainkan ia didapati di antara mereka sebagai seorang anak.

Adegan 1: Yesus Berdialog dengan Murid-muridnya:
Doa syukur atau Ekaristi

Suatu hari ia berada bersama murid-muridnya di Yudea, dan ia dapati mereka sedang berkumpul bersama dan duduk untuk dengan saleh melakukan ibadah. Pada waktu ia [mendekati] para muridnya, [34] sementara mereka sedang berkumpul dan duduk bersama dan mempersembahkan suatu doa syukur atas roti mereka, [ia] pun tertawa.

Murid-murid berkata kepada[nya], “Guru, mengapa engkau menertawakan doa syukur [kami]? Kami sudah melakukan apa yang benar.” Ia menjawab dan berkata kepada mereka, “Aku tidak sedang menertawakan kalian. Kalian tidak sedang melakukan hal ini karena kemauan kalian sendiri tetapi karena melalui hal inilah allah kalian [akan] dipuji.”

Mereka berkata, “Guru, engkau adalah […] sang anak dari allah kami.” Yesus berkata kepada mereka, “Bagaimana kalian mengenal aku? Sesungguhnya [aku] katakan kepada kalian, tidak ada generasi manusia di antara kalian yang akan mengenal aku.” Ketika murid-muridnya mendengar hal ini, mereka pun terpancing marah dan berang dan mulai menghujatnya dalam hati mereka.

Ketika Yesus melihat bahwa mereka tidak memiliki [pengertian, ia pun berkata] kepada mereka, “Mengapa hasutan ini telah membuat kalian marah? Allah kalian yang ada di dalam diri kalian dan […] [35] telah memancing kemarahan [dalam] jiwa kalian. Barangsiapa di antara kalian yang [cukup kuat] di antara manusia [hendaklah] ia memperlihatkan kemanusiaan yang sempurna dan sanggup berdiri di hadapan wajahku.” Mereka semua berkata, “Kami memiliki kekuatan.” Tetapi jiwa-jiwa mereka tidak berani berdiri di hadapan[nya], kecuali Yudas Iskariot. Ia sanggup berdiri di hadapannya, tetapi ia tidak dapat memandang kepadanya pas pada matanya, dan ia pun memalingkan wajahnya.

Yudas [berkata] kepadanya, “Aku mengenal siapa engkau dan dari mana engkau telah datang. Engkau berasal dari kawasan Barbelo[2] yang tidak bisa binasa. Dan aku tidak layak menyebut nama dia yang telah mengutus engkau.”

Yesus Berbicara Pribadi kepada Yudas
Mengetahui bahwa Yudas sedang merenungi sesuatu yang sangat tinggi dan mulia, Yesus berkata kepadanya, “Menyingkirlah dari yang lainnya dan aku akan memberitahumu misteri-misteri kerajaan. Adalah mungkin bagimu untuk mencapainya, tetapi kamu akan berduka luar biasa. [36] Sebab seorang lain akan menggantikanmu, supaya kedua belas [murid] dapat lengkap kembali bersama allah mereka. Yudas berkata kepadanya, “Bilamanakah engkau akan mengatakan hal-hal ini kepadaku, dan [kapankah] hari terang besar akan terbit untuk generasi ini?”

Adegan 2: Yesus Menampakkan Diri Lagi kepada Murid-murid
Esok paginya, setelah ini terjadi, Yesus [menampakkan diri] kembali kepada murid-muridnya. Mereka berkata kepadanya, “Guru, kemanakah engkau telah pergi dan apa yang engkau telah kerjakan ketika engkau meninggalkan kami?” Yesus berkata kepada mereka, “Aku telah pergi ke suatu generasi yang kudus dan agung lainnya.” Murid-muridnya berkata kepadanya, “Tuhan, generasi mana itu, yang lebih tinggi dan lebih kudus dari kami, yang tidak ada sekarang ini di kawasan-kawasan dunia ini?”

Ketika Yesus mendengar ini, ia tertawa dan berkata kepada mereka, “Mengapa engkau berpikir dalam hatimu tentang generasi yang kudus dan kuat itu? [37] Sesungguhnya [aku] berkata kepadamu, tidak ada seorang pun yang dilahirkan dari aeon [= kawasan ilahi] ini yang akan melihat [generasi] itu, dan tidak ada sekumpulan malaikat dari bintang-bintang pun yang akan memerintah generasi itu, dan tidak ada orang yang dilahirkan yang dapat mati, dapat berhubungan dengannya, karena generasi itu tidak berasal dari […] yang telah menjadi […]. Generasi orang-orang di antara[mu] berasal dari generasi kemanusiaan […] kuasa, yang [… sang] kuasa-kuasa lain […] melalui [mana] kamu memerintah.” Pada waktu murid-murid[nya] mendengar hal ini, mereka masing-masing bergumul dalam roh. Mereka tidak dapat mengatakan suatu perkataan pun.

Pada suatu hari lainnya, Yesus datang kepada [mereka]. Mereka berkata kepada[nya], “Guru, kami telah melihat engkau di dalam suatu [penglihatan], sebab kami telah mengalami [mimpi-mimpi] besar […] malam hari […].” [Ia berkata], “Mengapa [kalian] telah [… ketika] pergi bersembunyi?” [38]

Murid-murid Melihat Bait Allah dan Membicarakannya
Mereka [berkata, “Kami telah melihat] sebuah [rumah] besar [dengan sebuah] altar besar [di dalamnya, dan] dua belas orang —mereka, kami dapat katakan, adalah para imam— dan sebuah nama; dan orang banyak sedang menunggu di altar itu, [sampai] para imam itu [… dan menerima] persembahan-persembahan. [Tetapi] kami terus menanti.” [Yesus berkata], “Seperti apa [para imam] itu?” Mereka [berkata, “Beberapa …] dua minggu; [beberapa] mengorbankan anak-anak mereka sendiri; yang lainnya isteri-isteri mereka, dalam pujian [dan] kerendahan hati satu sama lainnya; beberapa tidur dengan orang laki-laki; beberapa terlibat di dalam [pembunuhan]; beberapa melakukan berlipatganda dosa dan tindakan-tindakan melawan hukum. Dan orang-orang yang berdiri [di depan] altar itu memanggil [nama]mu, [39] dan dalam semua tindakan mereka yang serba kekurangan (cahaya ilahi), kurban-kurban dibawa untuk kelengkapan […].” Setelah mereka mengatakan hal ini, mereka berdiam diri, sebab mereka dilanda perasaan galau.

Yesus Mengajukan sebuah Tafsiran Alegoris terhadap
Penglihatan mengenai Bait Allah

Yesus berkata kepada mereka, “Mengapa hati kalian susah? Sesungguhnya aku katakan kepadamu, semua imam yang berdiri di hadapan altar itu memanggil namaku. Lagi aku katakan kepadamu, namaku telah ditulis di atas […] dari generasi-generasi bintang-bintang melalui generasi-generasi manusia. [Dan mereka] telah menanam pohon-pohon tanpa buah, di dalam namaku, dengan suatu cara yang memalukan.”

Yesus berkata kepada mereka, “Orang-orang yang kalian telah lihat menerima persembahan-persembahan di altar itu — itu adalah kalian sendiri. Itu adalah allah yang kalian layani, dan kalian adalah dua belas orang yang kalian telah lihat. Hewan yang kalian telah lihat dibawa untuk dikurbankan adalah banyak orang yang kalian telah sesatkan [40] di hadapan altar itu. […] akan berdiri dan memakai namaku dengan cara ini, dan generasi-generasi orang-orang saleh akan tetap setia kepadanya. Setelah dia, seorang lain akan berdiri di sana dari antara [para pezinah], dan seorang lain [akan] berdiri di sana dari para pembunuh anak-anak, dan seorang lain dari antara orang-orang yang tidur dengan laki-laki, dan mereka yang berpantang, dan sisa dari orang-orang yang najis, dan yang tidak menurut hukum dan yang melakukan kesalahan, dan mereka yang berkata, ‘Kami seperti para malaikat’; mereka adalah bintang-bintang yang membawa segala sesuatunya kepada akhirnya. Sebab kepada generasi-generasi manusia telah dikatakan, ‘Lihat, Allah telah menerima kurban kalian dari tangan-tangan seorang imam’ — yaitu, seorang pelayan kesalahan. Tetapi adalah Tuhan, Tuhan alam semesta, yang memberi perintah, ‘Pada hari terakhir mereka akan dipermalukan.’”[41]

Yesus berkata [kepada mereka], “Hentikanlah pemberian [kur]ban […] yang engkau telah […] atas altar itu, sebab mereka berada di atas bintang-bintangmu dan malaikat-malaikatmu dan telah datang kepada akhirnya di sana. Karena itu biarkanlah mereka [terpikat] di hadapanmu, dan hendaklah mereka pergi [ —kurang lebih 15 baris hilang—] generasi-generasi […]. Seorang pembuat roti tidak dapat memberi makan semua ciptaan [42] di bawah [langit]. Dan […] kepada mereka […] dan […] kepada kita dan […].”

Yesus berkata kepada mereka, “Berhentilah bergumul dengan aku. Masing-masing dari kalian memiliki bintang sendiri, dan setiap [orang —kira-kira 17 baris hilang—] [43] di dalam […] yang telah datang [… musim semi] untuk pepohonan […] dari aeon ini […] untuk sejenak […] tetapi dia telah datang untuk mengairi taman Allah, dan [generasi] yang akan berlangsung, karena [ia] tidak akan mencemarkan [jalan dari kehidupan dari] generasi itu, tetapi […] untuk selamanya.”

Yudas Bertanya kepada Yesus perihal Generasi Itu
dan Generasi-generasi Manusia

Yudas berkata kepada[nya, “Gur]u, apa jenis buah yang dihasilkan generasi ini?” Yesus berkata, “Jiwa-jiwa dari setiap generasi manusia akan mati. Tetapi ketika orang-orang ini telah melengkapi waktu kerajaan dan roh meninggalkan mereka, tubuh-tubuh mereka akan mati tetapi roh-roh mereka akan tetap hidup, dan mereka akan diangkat.” Yudas berkata, “Dan apa yang akan dikerjakan oleh sisa generasi-generasi manusia?”

Yesus berkata, “Tidaklah mungkin [44] untuk menabur benih di atas [batu karang] dan memanen buahnya. [Ini]lah juga yang […] telah dilakukan generasi yang [cemar] ini […] dan Sophia yang dapat rusak […] tangan yang telah mencipta manusia fana, sehingga jiwa-jiwa mereka naik ke atas kawasan-kawasan kekal di atas sana. [Sesungguhnya] aku berkata kepadamu, […] malaikat […] kuasa akan dapat melihat […] itu hal-hal ini kepada siapa […] generasi-generasi kudus […].”

Setelah Yesus mengatakan hal ini, ia pun pergilah.

Adegan 3: Yudas Menceritakan sebuah Penglihatan
dan Yesus Memberi Tanggapan

Yudas berkata, “Guru, sebagaimana engkau telah mendengar mereka semua, kini dengarkan aku. Sebab aku telah melihat sebuah penglihatan besar.” Ketika Yesus mendengar hal ini, ia tertawa dan berkata kepadanya, “Kau roh ketigabelas, mengapa engkau berusaha begitu keras? Tapi berbicaralah, dan aku akan menanggungnya bersama engkau.”

Yudas berkata kepadanya, “Di dalam penglihatan itu, aku melihat diriku sendiri sementara kedua belas murid melempari aku dengan batu dan [45] menganiaya [aku dengan kejamnya]. Dan aku juga datang ke tempat di mana […] setelah engkau. Aku melihat [sebuah rumah …], dan mataku tidak dapat [memahami] ukurannya. Orang banyak dalam jumlah besar mengitarinya, dan rumah itu sebuah atap yang ditumbuhi pohon-pohon hijau, dan di tengah rumah itu adalah [suatu kerumunan —2 baris hilang —], berkata, ‘Guru, bawalah aku bersama orang-orang ini.’”

[Yesus] menjawab dan berkata, “Yudas, bintangmu telah menyesatkan engkau.” Ia melanjutkan, “Tidak ada seorang pun yang dilahirkan dari manusia yang dapat mati layak untuk memasuki rumah yang engkau telah lihat itu, sebab tempat itu hanya diperuntukkan bagi yang kudus. Matahari atau pun bulan tidak akan berkuasa di sana, begitu juga siang hari, tetapi yang kudus akan tetap tinggal di sana, dalam tempat kekal bersama dengan malaikat-malaikat kudus. Lihatlah, aku telah menjelaskan kepadamu misteri-misteri kerajaan [46] dan aku telah mengajar kamu perihal kesalahan dari bintang-bintang; dan […] mengirimnya […] pada dua belas aeon.”

Yudas Bertanya perihal Nasibnya Sendiri
Yudas berkata, “Guru, dapatkah benihku berada di bawah kendali para penguasa?” Yesus menjawab dan berkata kepadanya, “Datanglah, supaya aku [-2 baris hilang-], tetapi bahwa engkau akan banyak berduka ketika engkau melihat kerajaan dan semua generasinya.” Ketika ia mendengar hal ini, Yudas berkata kepadanya, “Bukankah betapa baiknya aku telah menerima ini? Sebab engkau sudah memisahkan aku untuk generasi itu.” Yesus menjawab dan berkata, “Engkau akan menjadi yang ketigabelas, dan engkau akan dikutuk oleh generasi-generasi lainnya— dan engkau akan berkuasa atas mereka. Pada hari-hari terakhir, mereka akan mengutuk kenaikanmu [47] kepada [generasi] yang kudus itu.”

Yesus Mengajarkan Yudas tentang Kosmologi:
Roh dan Yang Lahir-Sendiri

Yesus berkata, “[Datanglah], supaya aku dapat mengajarkan engkau perihal [rahasia-rahasia] yang tidak seorang pun [telah] pernah melihatnya. Sebab ada suatu kawasan yang besar dan tidak terbatas, yang luasnya belum pernah dilihat oleh generasi malaikat-malaikat, [yang di dalamnya] ada [suatu] [Roh] Besar yang tidak kelihatan,

Yang belum pernah dilihat mata seorang malaikat pun,
Yang tidak pernah dipahami oleh pikiran dan hati siapa pun,
dan ini tidak pernah disebut dengan sebuah nama apa pun.

Dan suatu awan kemuliaan muncul di sana. Ia (Roh besar itu) berkata, ‘Hendaklah seorang malaikat tercipta sebagai penolongku’”

“Seorang malaikat besar, yang ilahi, yang tercerahkan, yang Lahir-Sendiri (autogenēs), muncul dari awan itu. Karena dia, empat malaikat lain tercipta dari suatu awan yang lain, dan mereka menjadi penolong-penolong bagi malaikat yang Lahir-Sendiri itu. Yang Lahir-Sendiri itu berkata, [48] ‘Hendaklah […] tercipta […], dan ia pun terciptalah […]. Dan ia [menciptakan] benda penerang yang pertama untuk memerintah atasnya. Ia berkata, ‘Hendaklah malaikat-malaikat tercipta untuk melayani[nya]’, dan sejumlah besar yang tak terhitung jumlahnya tercipta. Ia berkata, ‘[Hendaklah] suatu aeon yang tercerahkan tercipta’, dan ia pun terciptalah. Ia menciptakan benda penerang yang kedua [untuk] memerintah atasnya, bersama dengan sejumlah besar malaikat yang tidak terhitung jumlahnya, untuk memberikan pelayanan. Itulah bagaimana ia menciptakan aeon-aeon yang tercerahkan lainnya. Ia membuat mereka memerintah atas mereka, dan ia mencipta bagi mereka sejumlah besar malaikat yang tidak terhitung jumlahnya, untuk membantu mereka.”

Adamas dan Benda-benda Penerang
“Adamas berada dalam awan kemuliaan yang pertama sehingga tidak seorang malaikat pun pernah melihatnya di antara semua yang disebut ‘Allah’. Ia [49] […] bahwa […] gambar itu […] dan menurut gambar dari malaikat [ini]. Ia membuat [generasi] Set yang tidak dapat rusak muncul […] yang dua belas […] yang dua puluh empat […]. Ia membuat tujuh puluh dua benda penerang muncul di dalam generasi yang tidak dapat rusak, sejalan dengan kehendak Roh itu. Tujuh puluh dua benda penerang itu sendiri membuat tiga ratus enam puluh benda penerang muncul di dalam generasi yang tidak bisa rusak itu, sejalan dengan kehendak Roh itu, bahwa jumlah mereka masing-masing haruslah lima.”

“Dua belas aeon dari dua belas benda penerang itu menjadi bapak mereka, dengan enam langit untuk masing-masing aeon, sehingga ada tujuh puluh dua langit bagi tujuh puluh dua benda penerang, dan bagi masing-masing [50] [dari mereka lima] cakrawala, [untuk keseluruhan dari] tiga ratus enam puluh [cakrawala…]. Mereka diberikan kuasa dan sejumlah [besar] malaikat [yang tidak terhitung besarnya], bagi kemuliaan dan sembah, [dan setelah itu juga] roh-roh perawan, bagi kemuliaan dan [sembah] bagi seluruh aeon dan langit dan cakrawala.”

Jagad Raya, Kekacauan, dan Dunia Orang Mati
“Jumlah besar makhluk-makhluk yang tidak bisa binasa itu dinamakan jagat raya — yakni, hukuman kekal setelah kematian —oleh sang Bapa dan tujuh puluh dua benda penerang yang berada bersama dengan Yang Lahir-Sendiri itu dan tujuh puluh dua aeon-nya. Di dalamnya (di dalam jagat raya) manusia pertama muncul dengan kuasa-kuasanya yang tidak dapat rusak. Dan aeon yang muncul bersama generasinya itu, aeon yang di dalamnya ada awan pengetahuan (Koptik, dari kata Yunani gnōsis) dan malaikat itu, dinamakan [51] El. […] aeon […] setelah itu […] mengatakan, ‘Hendaklah dua belas malaikat tercipta [untuk] memerintah kekacauan dan [dunia orang mati].’ Dan lihatlah, dari awan itu muncul seorang [malaikat] yang wajahnya berkilat-kilat oleh api dan yang penampakannya dinajiskan oleh darah. Namanya adalah Nebro, yang berarti ‘pemberontak’; yang lainnya menamakannya Yaldabaoth [= anak kekacauan; atau “anak jagad raya”]. Seorang malaikat lain, Saklas, juga telah datang dari awan itu. Maka Nebro menciptakan enam malaikat —demikian juga Saklas — untuk menjadi penolong-penolong, dan ini menghasilkan dua belas malaikat di sorga, dengan masing-masing menerima suatu bagian di dalam sorga.”

Para Penguasa dan Malaikat
“Dua belas penguasa berbicara kepada dua belas malaikat: ‘Hendaklah masing-masing kamu [52] […] dan biarkan mereka […] generasi [—1 baris hilang—] malaikat-malaikat’:

Yang pertama adalah [S]et, yang disebut Kristus.
Yang [kedua] adalah Hamathoth, yang adalah […].
Yang [ketiga] adalah Galia.
Yang keempat adalah Yobel.
Yang kelima [adalah] Adonaios.

Inilah sang lima yang memerintah atas dunia orang mati, dan pertama-tama atas kekacauan.

Penciptaan Manusia
“Lalu Saklas berkata kepada malaikat-malaikatnya, ‘Marilah kita mencipta seorang manusia menurut rupa dan gambar itu.’ Mereka pun mencipta Adam dan isterinya Hawa, yang disebut, dalam awan itu, Zoe [= kehidupan]. Sebab oleh nama inilah semua generasi mencari manusia, dan masing-masing mereka menyebut perempuan itu dengan nama-nama ini. Adapun, Saklas tidak [53] memerin[tah …] kecuali […] gene[rasi …] itu dan ini […]. Dan sang [penguasa] itu berkata kepada Adam, ‘Kamu akan hidup lama, dengan anak-anakmu.’”

Yudas Bertanya perihal Nasib Adam dan Umat Manusia
Yudas berkata kepada Yesus, “[Apakah] maksud dari lamanya waktu yang di dalamnya manusia akan hidup?” Yesus menjawab, “Mengapa kamu bertanya-tanya tentang hal ini, yakni bahwa Adam, dengan generasinya, telah menjalani masa hidupnya di tempat di mana ia telah menerima kerajaannya, dengan umur panjang bersama penguasanya?”

Yudas berkata kepada Yesus, “Apakah roh manusia akan mati?” Yesus berkata, “Itulah sebabnya Allah telah memerintahkan Mikhael untuk memberi roh-roh manusia kepada mereka sebagai suatu hutang, sehingga mereka dapat memberikan pelayanan, tetapi Sang Besar itu memerintahkan Gabriel untuk memberi roh-roh kepada generasi besar itu dengan tanpa penguasa atasnya — maksudnya, memberikan roh dan jiwa. Karena itu, roh-roh yang [lainnya] [54] [— 1 baris hilang—].

Yesus bersama Yudas dan Yang Lainnya
Membicarakan Kehancuran Orang Fasik

“[…] terang [— hampir 2 baris hilang—] sekitar […] hendaklah […] roh [maksudnya] di dalam kamu tinggal di dalam [daging] ini di antara generasi-generasi para malaikat. Tetapi Allah menyebabkan pengetahuan [diberi] kepada Adam dan kepada mereka yang bersamanya, sehingga raja-raja kekacauan dan dunia orang mati tidak dapat berkuasa atas mereka.

Yudas berkata kepada Yesus, “Lalu apa yang akan diperbuat generasi-generasi itu?” Yesus berkata, “Sesungguhnya aku katakan kepadamu, bagi mereka semua bintang-bintang membawa semua materi kepada penggenapannya. Pada waktu Saklas menyelesaikan jangka waktu hidup yang diberikan kepadanya, bintang pertama mereka akan muncul bersama generasi-generasi itu, dan mereka akan mengakhiri apa yang mereka telah katakan akan mereka akhiri. Maka mereka akan berzinah dalam namaku dan membunuh anak-anak mereka [55] dan mereka akan […] dan [—kira-kira enam setengah baris hilang —] namaku, dan ia akan […] bintangmu atas aeon yang ke[tiga]belas.”

Setelah itu Yesus [tertawa].
[Yudas berkata], “Guru, [mengapa kamu menertawakan kami]?”
[Yesus] menjawab [dan berkata], “Aku tidak sedang menertawakan [kalian], tetapi menertawakan kesalahan bintang-bintang itu, sebab enam bintang ini berkelana tanpa arah bersama lima penyerang ini, dan mereka semua akan dihancurkan bersama dengan ciptaan-ciptaan mereka.”

Yesus Berbicara tentang Orang-orang yang Dibaptis,
dan Penyerahan Diri Yesus oleh Yudas

Yudas berkata kepada Yesus, “Perhatikanlah, apa yang akan dilakukan oleh orang-orang yang sudah dibaptis dalam namamu itu?” Yesus berkata, “Sesungguhnya aku katakan [kepadamu], baptisan ini [56] […] namaku [— kira-kira 9 baris hilang —] kepadaku. Sesungguhnya [aku] katakan kepadamu, Yudas, [mereka yang] memberikan kurban-kurban untuk Saklas […] Allah [—kira-kira 3 baris hilang —] segala sesuatu yang jahat.” “Tetapi engkau akan mengungguli mereka semua. Sebab engkau akan mengorbankan tubuh insani yang membungkus aku.”

Tandukmu sudah diangkat,
Amarahmu telah bernyala,
Bintangmu telah tampak dengan gemilang,
dan hatimu telah
{…} [57]

“Sesungguhnya […] yang terakhir darimu […] menjadi [— kira-kira dua setengah baris hilang—], sebab ia akan dibinasakan. Maka gambar dari generasi besar Adam akan dimuliakan, sebab sebelum ada surga, bumi, dan para malaikat, generasi itu, yang berasal dari alam kekal, sudah ada. Lihatlah, segala sesuatu sudah diberitahu kepadamu. Angkatlah matamu dan lihatlah awan itu dan terang yang ada di dalamnya dan bintang-bintang yang mengitarinya. Bintang yang memimpin di depan adalah bintangmu.”

Yudas mengangkat matanya dan melihat awan kemuliaan, dan ia masuk ke dalamnya. Mereka yang berdiri di bawah mendengar suatu suara yang datang dari awan itu, katanya, [58] […] generasi yang besar […] … gambar […] [—kira-kira lima baris hilang—].

Bagian Akhir: Yudas Menyerahkan Yesus
[…] Imam-imam besar mereka berbisik-bisik karena [ia (Yesus)] telah memasuki ruang tamu (= ruang Perjamuan Terakhir) untuk berdoa. Tetapi beberapa ahli Taurat sedang seksama memantau keadaan, karena mereka mau menangkapnya ketika ia sedang berdoa, sebab mereka takut akan orang banyak, sebab ia dipandang oleh semua orang sebagai seorang nabi.

Mereka mendekati Yudas dan berkata kepadanya, “Apa yang engkau sedang kerjakan di sini? Engkau murid Yesus.” Yudas menjawab mereka seperti yang mereka kehendaki. Dan ia pun menerima sejumlah uang dan menyerahkan Yesus kepada mereka.

Injil Yudas

[1] Dari nama Frieda Nussberger-Tchacos, seorang pedagang barang antik yang berpusat di Zurich, yang membawa kodeks (=buku) papirus Koptik (yang berisi antara lain Injil Yudas) dari pedagang barang antik di Mesir pada bulan April 2000 setelah kodeks ini beredar di pasaran selama 22 tahun (berpindah-pindah tangan dari Mesir ke Eropa lalu ke Amerika Serikat, lalu balik kembali ke Eropa). Kodeks ini ditemukan di padang gurun dekat Al Minya, Mesir, sekitar tahun 1970-an; dan material bukunya sendiri melalui uji dating Radiocarbon-14 pada Januari 2005 dipastikan berasal dari kurun waktu tahun 220 sampai tahun 340 M; sedangkan naskah dokumen ini (dalam bahasa Yunani) dipastikan sudah ada sebelum tahun 180 M, ketika Uskup Irenaeus dari Lyon, Gaul/Perancis, menulis lima jilid buku berjudul Refutation of All Heresies yang di dalamnya (I.31.I) Injil Yudas disebut. Selain itu, acuan kuno kepada Injil Yudas muncul juga dalam tulisan heresiolog abad ke-4 Epiphanius, Panarion, 37.3.4-5; 6.1-2; 38:1.5.

[2] Asal-usul nama ini dari kata-kata Ibrani El-b-arba, artinya “Allah di dalam empat”; maksudnya empat huruf untuk nama suci YHWH (tetragrammaton), Yahweh, TUHAN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: