open mind.com weblog

Injil Thomas


Injil Thomas # 93:
“Jangan beri apa yang suci kepada anjing, atau anjing-anjing itu akan melemparnya ke gundukan rabuk. Jangan lempar mutiara-mutiara kepada babi, atau babi-babi itu akan menghancurkannya.” (Matius 7:6; Lukas 14:35; Didakhe 9.5; Pseudo-Klementin Rekognisi 2.3; 3.1; Ahmad ibn Hanbal, al-Zuhd, h. 144 [no. 477])

Kata Yesus kepada murid-muridnya: “Wahai murid-muridku, jangan lempar mutiara kepada babi, sebab babi itu tidak tahu apa yang harus diperbuatnya dengan mutiara itu. Jangan ajarkan hikmat kepada orang yang tidak menginginkannya, sebab hikmat lebih mulia dari mutiara dan barangsiapa menolak hikmat orang itu lebih buruk dari seekor babi.” (Ahmad ibn Hanbal, al-Zuhd, hlm 144, no 477)

Komentar:
Dalam logion 92 diungkapkan bahwa ada hal-hal yang menyangkut pengajaran yang Yesus sebelumnya tunda untuk menjelaskannya. Alasan penundaan ini diberikan dalam logion 93 ini. Yesus sangat berhati-hati dalam menyampaikan ajaran-ajarannya karena dia khawatir akan ada ajaran-ajarannya yang “suci” dan “berharga” jatuh kepada orang yang tidak patut (yang dikiaskannya sebagai “anjing” dan “babi”). Dalam Pseudo-Klementin Rekognisi 2.3 ditemukan tafsiran yang sama atas logion 93 ini: “Kita harus sangat berhati-hati supaya kita tidak melemparkan mutiara kita kepada babi” pada saat kita mengkhotbahkan firman kebenaran kepada para pendengar yang dipenuhi orang yang patut dan yang tidak patut sekaligus. Seorang pengajar kebenaran harus berhati-hati ketika dia mengemukakan kebenaran di tengah orang banyak yang bercampur-baur karena “jika dia menyampaikan kebenaran yang murni kepada orang yang tidak ingin mendapatkan keselamatan, dia sesungguhnya melukai dia yang telah mengutusnya dan yang darinya dia telah menerima perintah untuk jangan melempar mutiara ucapan-ucapannya kepada babi dan anjing” (Rekognisi 3.1).

Injil Thomas # 42

Injil Thomas # 42:
Yesus berkata, “Jadilah pelintas.”
(Bdk Pseudo-Klementin Homili 2.9; ’Abdallah ibn Qutayba, ’Uyun 2.328)

Komentar:
Kata “Jadilah pelintas” dalam logion ini dalam bahasa Yunaninya adalah este parerkhomenoi, yang sangat mungkin adalah terjemahan dari kata Ibrani avar, yang dapat diterjemahkan “Jadilah musafir” atau “Jadilah pelintas”. Jika logion 42 ini dikaitkan dengan logia 39-41 yang berisi nasihat kepada murid-murid Yesus untuk tidak mengikuti orang Farisi dan para ahli kitab, terjemahan “Jadilah pelintas” lebih tepat sebab dengan ucapannya ini Yesus meminta murid-muridnya untuk “melintasi” atau “melewati”, dalam arti: tidak memperhatikan ajaran-ajaran orang Farisi dan para ahli kitab yang tidak membawa mereka kepada pengetahuan, tetapi menaruh komitmen hanya kepadanya. Jika dipahami demikian, logion 42 ini sejajar dengan nasihat dalam Pseudo-Klementin Homili 2.9 yang meminta seseorang untuk melewati atau tidak memperhatikan semua ajaran lain, kecuali ajaran Yesus saja, dan untuk “mengikatkan dirinya sepenuhnya hanya kepada sang Nabi Kebenaran”. Sebagai pembanding, teks Mazmur 119:37 dapat dirujuk: “Lalukanlah mataku dari pada melihat hal yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kautunjukkan!”

Jika diterjemahkan “Jadilah musafir”, logion 42 ini jadi bisa diartikan sebagai perintah untuk murid-murid Yesus tidak terikat pada dunia ini tetapi menarik diri dari dalamnya, sehingga menampilkan suatu gaya hidup asketis soliter (atau: enkratis), yang sebetulnya bukan merupakan gaya hidup komunitas Yahudi-Kristen yang memakai Kernel Injil Thomas. Sebuah ucapan dalam ’Abdallah ibn Qutayba, ’Uyun 2.328 berbunyi “Dunia ini adalah sebuah jembatan. Seberangi jembatan ini tetapi jangan membangun di atasnya.” Ucapan ini menampilkan suatu gaya hidup asketis soliter ini, gaya hidup tidak mengikatkan diri pada dunia ini.

Injil Thomas # 2:1-4

Injil Thomas # 2:1-4
Yesus berkata, “Barangsiapa mencari, janganlah berhenti mencari sampai dia menemukan. Ketika menemukan, dia akan susah hati. Ketika dia susah hati, dia akan terpana dan akan menjadi seorang raja. Dan [setelah menjadi seorang raja], dia akan rehat.” (Injil Thomas 90; Pseudo-Klementin 2.22; bdk Matius 7:7-8; Lukas 11:9-10)

Komentar:
Logion ini membuka wacana pertama Kernel IT dengan suatu ajakan untuk orang tahap demi tahap berusaha tiba pada keselamatan, menemukan “rehat”. Yang dimaksud dengan “mencari” pada teks ini adalah mencari hikmat agar pada saat seseorang menemui ajal, dia ada dalam kedamaian (bdk Sirakh 51:13-14; Kebijaksanaan Salomo 1:1-2; 6:12-14). Sirakh 6:27-31 mendesak pembaca untuk mencari hikmat Allah dan, ketika sedang melakukan hal ini, dia akan mengalami kemajuan bertahap sampai akhirnya mendapatkan rehat. Dalam Kebijaksanaan Salomo 6:12-20, pencarian religius ini berakhir dalam Kerajaan. Kesejajaran tema juga ditemukan dalam Injil Orang Ibrani, Dialog sang Penyelamat, Thomas si Petarung, dan Kisah Thomas. Untuk mencapai kerajaan, orang harus mengontrol hawa nafsu badaniah (“dia akan susah hati, dan akan terpana, dan akan menjadi seorang raja”). Pseudo-Klementin Rekognisi juga mengenal gagasan ini ketika ditekankan di dalamnya keharusan seorang mukmin untuk “menjadi tuan atas hawa nafsunya sendiri” jika dia mau masuk ke dalam Kerajaan (5.8). Dalam Thomas si Petarung 145:12-16 dinyatakan bahwa “pada waktu engkau melepaskan penderitaan jasmaniah dan hasrat ragawi, engkau akan menerima rehat dari Dia Yang Baik, dan engkau akan memerintah bersama sang raja.” Pengendalian hawa nafsu jasmaniah oleh kehendak Allah dan kontrol atas keinginan dan hasrat tubuh adalah gagasan tua yang dipertahankan Gereja Induk Yerusalem (lihat Yakobus 1:14-15, 27; 4:1; 1 Petrus 2:11; 4:1-2; 2 Petrus 1:4-6; 2:10).

Injil Thomas # 30

Injil Thomas # 30

Yesus berkata, “Di mana ada tiga orang, Allah (Aram: Elohim; Yunani: theoi) ada di situ. Di mana ada satu orang saja, di situ aku berada bersamanya.” (Bdk Matius 18:20; Efrem, Tafsiran atas Diatessaron 14.24; Pirke Aboth 3.6-7; Al-Raghib al-Isfahani, Muhadarat al-Udaba’ 2.402; Mekilta, Bahodesh 11; b.Berakoth 6a)

Komentar:
Dalam Pirke Aboth 3.6-7, Rabbi Halafta menafsirkan Mazmur 82:1 (“Elohim berdiri dalam sidang El”) sebagai teks yang mau menyatakan bahwa jika ada sepuluh orang mengkaji Taurat, maka Shekinah (= awan kemuliaan kehadiran ilahi) berada di tengah mereka. Selanjutnya dia menyatakan bahwa Shekinah juga hadir jika tiga atau dua atau bahkan satu orang mengkaji Taurat. Logion 30 jelas dipahami komunitas pemakai Injil Thomas dengan sudut pandang yang serupa: Yesus adalah Shekinah, kehadiran Allah yang berdiam di tengah mereka ketika mereka bersekutu bersama dan mempelajari ajaran-ajaran Yesus dan juga ketika mereka tengah berada sendirian. Jelas, logion ini juga menantang para murid untuk terus menekuni ajaran-ajaran Yesus dan dengan demikian mengalami Shekinah, dan tidak takut ketika mereka menemukan diri mereka sendirian sementara mereka memikul misi mereka, sebab Shekinah Yesus juga datang pun pada satu orang saja dari antara mereka. Logion ini sekaligus membuktikan bahwa Kernel Injil Thomas ditulis dalam bahasa Aram: kata Yunani “theoi” (yang diterjemahkan “allah-allah”) telah salah menerjemahkan kata Aram Elohim, yang sebenarnya bukan mau menunjuk pada pluralitas allah-allah, melainkan pada nama Allah (Elohim) dalam bahasa Aram/Ibrani.

Pesan Injil Thomas: Kembali ke Eden Perdana

Jalan Apokalipsis
Kalau dunia yang sekarang manusia diami ini dipandang sudah sangat buruk, jahat dan mengecewakan, apa jalan keluarnya untuk kehidupan manusia? Biasanya, orang akan mencari penyelesaiannya pada Apokalipsis, yakni pada suatu Dunia Baru yang sama sekali berbeda, suatu dunia yang sempurna, suatu utopi, yang akan didatangkan di ujung waktu, di akhir zaman, dari langit, di hari kiamat, ketika dunia lama telah dilenyapkan dalam suatu bencana jagat raya. Orang-orang yang menganut apokaliptisisme pada umumnya sangat memercayai bahwa mereka wajib melakukan segala sesuatu yang dapat mempercepat kedatangan Dunia Baru itu. Usaha menarik orang sebanyak-banyaknya untuk masuk ke dalam suatu agama apokaliptik, diyakini para penganut apokaliptisisme sebagai usaha yang dapat mempercepat kedatangan Dunia Baru itu. Pada sisi lain, usaha apapun juga yang dapat mempercepat kehancuran dan kebinasaan total dunia lama, misalnya terror, bom bunuh diri, atau pun perang dunia, dipandang oleh kalangan keagamaan apokaliptik radikal sebagai usaha-usaha mempercepat tibanya Dunia Baru di ujung waktu.

Adakah jalan keluar lainnya? Kalau apokaliptisisme mencari dan menemukan penyelesaian atas kemelut, kegundahan, kekosongan makna, dan kebobrokan dunia ini pada Dunia Baru di akhir zaman, di ujung waktu, atau pada eskatologi, jalan keluar lainnya dapat ditemukan pada titik sebaliknya, yakni pada titik permulaan kehidupan, pada keadaan paling awal dari kehidupan manusia dan dunia ini, atau pada protologi.

Jalan Protologi
Injil Thomas yang memuat 114 “ucapan rahasia” Yesus menawarkan bukan suatu eskatologi apokaliptik, tetapi protologi sebagai suatu jalan untuk manusia dapat keluar dari kemalangan dan kegelapan dunia ini. Prolog Injil ini menegaskan bahwa semua ucapan Yesus di dalamnya adalah ucapan-ucapan rahasia/tersembunyi dari Yesus yang hidup, yang Yudas Thomas si Kembar telah tulis. Kemudian, logion (ucapan) pertamanya (# 1) menyatakan barangsiapa menemukan penafsiran atau maksud ucapan-ucapan ini, orang itu tidak akan mengecap kematian. Penafsiran yang cerdas telah berhasil membuka “rahasia” 114 ucapan Yesus dalam Injil ini. Protologi adalah “rahasia” yang disembunyikan oleh 114 ucapan Yesus dalam Injil ini. Bila orang menganut protologi yang ditawarkannya, penyusun Injil ini yakin bahwa orang itu telah dan sedang mengalami keselamatan, dunia tidak berkuasa lagi atasnya, dan ia tidak akan mengecap kematian.

Protologi disodorkan sebagai suatu jalan keluar dari dunia yang dipandang sudah tidak berharga lagi. Dunia ini, bagi penyusun Injil Thomas, sudah seperti mayat, tidak ada harganya: Barangsiapa telah memahami dunia ini, ia telah menemukan mayat. Dan barangsiapa telah mendapatkan mayat ini, baginya dunia tidak berharga (# 56). Dunia ini dipenuhi oleh orang-orang yang tidak memiliki kesadaran, penglihatan dan kepemilikan spiritual yang benar, orang-orang yang “mabuk,” “buta” dan “miskin” (## 28, 3). Ke dalam dunia yang semacam ini, Yesus telah datang untuk “memeranginya” dengan “pedang” dan membakarnya dengan “api” (## 10, 16). Murid-muridnya diminta untuk “berjaga-jaga” terhadap dunia semacam ini (# 21), “berpuasa darinya” (# 27) dengan melepaskan keterikatan mereka pada hal-hal duniawi, “menyangkalinya” (## 110, 111) dan menempatkan diri mereka di dalamnya sebagai musafir atau orang yang hanya lewat saja (# 42).

Ketika murid-murid Yesus memandang ke masa depan, kepada kedatangan kerajaan Allah dari langit di akhir dunia, sebagai penyelesaian apokaliptik atas semua keadaan buruk dunia ini, Yesus menegaskan, jika kerajaan itu akan datang dari langit, maka burung-burung di udara akan mendahului mereka; juga seandainya kerajaan itu akan datang di laut, maka ikan-ikan akan mendahuli mereka (# 3). Yesus menolak suatu penyelesaian apokaliptik, dan, sebaliknya, menekankan bahwa kerajaan itu sudah datang, sudah ada “di dalam dan di luar” mereka (# 3), meliputi muka bumi kendati pun orang tidak melihatnya (# 113). “Dunia baru” yang ditunggu para murid telah datang (# 51).

Murid-murid yang mencari penyelesaian apokaliptik, bertanya kepada Yesus, “Katakan kepada kami bagaimana akhir kami akan datang.” Yesus menjawab mereka, “Apakah kamu sudah menemukan awal, sehingga kamu mencari akhir? Di tempat di mana ada awal, di situ akan ada akhir. Diberkatilah orang yang berdiri di awal: ia akan mengetahui akhir dan tidak akan mengecap kematian” (# 18). Jelas, bagi Yesus, yang terpenting adalah “menemukan awal”, menemukan titik yang dinamakan “awal”; pada titik berharga inilah penyelesaian atas semua keadaan buruk dunia ini ditemukan. Barangsiapa menemukan awal, dia menemukan akhir, keselamatan, dan tidak akan mengecap kematian. Inilah protologi yang ditawarkan penyusun Injil Thomas. Menemukan “awal” sebagai jalan masuk ke dalam kerajaan! “Awal” yang bagaimana? Dalam logion # 22 (lihat juga ## 23, 61, 106, 114) “awal” ini dengan jelas digambarkan:

Yesus melihat anak-anak yang sedang menyusu,
dan ia berkata kepada murid-muridnya, “Anak-anak ini seperti
orang-orang yang masuk ke dalam kerajaan.” Mereka bertanya kepadanya,
“Jika kami anak-anak, akankah kami masuk ke dalam kerajaan?”
Yesus menjawab mereka, “Pada waktu kamu membuat dua menjadi satu,
dan pada waktu kamu membuat bagian yang batiniah seperti
bagian yang lahiriah, dan yang lahiriah seperti yang batiniah,
dan bagian sebelah atas seperti bagian sebelah bawah, dan ketika kamu
membuat yang laki-laki dan yang perempuan menjadi satu tunggal sehingga
yang laki-laki bukan lagi laki-laki dan yang perempuan bukan lagi perempuan,
ketika kamu menjadikan mata menggantikan mata, tangan menggantikan tangan,
kaki menggantikan kaki, dan sebuah gambar menggantikan sebuah gambar,
maka kamu akan masuk ke dalam kerajaan.”

“Anak-anak yang sedang menyusu” (lihat juga # # 4, 46) adalah suatu model yang sempurna bagi mereka yang akan masuk ke dalam kerajaan Allah, yaitu mereka yang menemukan kembali kodrat aseksual, sebagai bukan laki-laki dan juga bukan perempuan. Inilah yang dimaksud dengan frasa “ketika kamu membuat yang laki-laki dan yang perempuan menjadi satu tunggal sehingga yang laki-laki bukan lagi laki-laki dan yang perempuan bukan lagi perempuan.” Sesuatu yang “satu tunggal” ini mengacu pada keadaan paling awal dari kehidupan manusia, ketika “Adam” (= manusia) ditempatkan di Taman Eden dan belum dipecah menjadi dua: manusia laki-laki dan manusia perempuan; ketika Adam masih dalam kodrat “androginik”, kodrat bukan-laki-laki dan bukan perempuan, atau sekaligus laki-laki (andros) dan perempuan (gynē ); ketika “dua menjadi satu”; ketika Adam belum jatuh ke dalam dosa yang ditimbulkan oleh adanya dua makhluk manusia, laki-laki dan perempuan (bdk. Injil Filipus 64, 71). Inilah keadaan perdana atau keadaan paling awal dari Taman Eden, the earliest Eden, ketika arketipe sorgawi (“bagian sebelah atas”) dan manifestasi duniawinya (“bagian sebelah bawah”) dari makhluk Adam masih bersifat androginik.

Dengan kembali pada keadaan Eden perdana, manusia masuk ke dalam keselamatan, ke dalam kerajaan. Bagi penyusun Injil ini, adalah sangat baik, bahkan sangat ideal, jika manusia (masih) sendirian, sebagai makhluk yang secara kodrati tidak mengenal gender. Ketika keadaan androginik ini dimasuki, maka fungsi-fungsi indra mengalami perubahan. Mata menggantikan mata; tangan menggantikan tangan, dan kaki menggantikan kaki. Dan citra manusia pun berubah; gambar menggantikan gambar.

Asketik Selibat
Tetapi bagaimana caranya, dalam kehidupan nyata, manusia dapat kembali ke dalam kehidupan Eden perdana, ketika Adam masih sebagai makhluk androginik, belum terpecah menjadi dua? Penyusun Injil Thomas memberi petunjuk, yakni dengan cara menempuh kehidupan asketik selibat, hidup “sendirian” (## 49, 75), baik bagi laki-laki maupun bagi perempuan, dan menjauhkan diri dari kehidupan duniawi dan menyangkali dunia ini sama sekali. Di dunia ini, orang harus memperlakukan dirinya hanya sebagai musafir yang hanya lewat saja:

“Jika engkau tidak berpuasa dari dunia ini, engkau tidak akan
menemukan kerajaan itu. Jika engkau tidak memelihara sabat
sebagai sabat, maka engkau tidak akan melihat sang bapa” (# 27).

“Jadilah musafir!” (# 42)

“Hendaklah barangsiapa yang telah menemukan dunia ini dan
menjadi kaya raya, menyangkali dunia ini.” (# 110).

Sabat tidak dipahami sebagai kewajiban keagamaan seminggu sekali, melainkan sebagai sabat primordial, saat ketika Allah pada awalnya, dalam penciptaan dunia, beristirahat. Mengalami kembali “sabat primordial” ini, yaitu saat rehat, rest, primordial, adalah sesuatu yang didambakan (# 50; cf. # 51).

Dihadapkan pada tuntutan kehidupan asketik selibat radikal, bentuk-bentuk kesalehan religius lainnya menjadi tidak berharga, bahkan menjadi sesuatu yang menghancurkan:

Murid-muridnya bertanya kepadanya, “Apakah engkau
ingin kami berpuasa? Bagaimanakah kami berdoa?
Haruskah kami memberi sedekah?
Pantangan apakah yang harus kami perhatikan?” (# 6a)

Yesus berkata kepada mereka, “Jika kalian berpuasa,
kalian akan mendatangkan dosa atas diri kalian sendiri.
Dan jika kalian berdoa, kalian akan menghukum diri kalian
sendiri, dan jika kalian memberi sedekah, kalian akan
melakukan yang jahat terhadap roh kalian sendiri.” (# 14a)

Sunat lahiriah pun ditolak:

Murid-muridnya berkata kepadanya, “Bermanfaat atau
tidakkah sunat itu?” Ia berkata kepada mereka,
“Seandainya bermanfaat, maka ayah mereka akan
telah melahirkan mereka dalam keadaan bersunat
dari dalam kandungan ibu mereka. Tetapi sunat sejati
di dalam roh itu lebih berharga dari segala sesuatunya.” (# 53)

Penutup
Injil Thomas menawarkan suatu jalan lain yang bukan Apokalipsis dalam orang berusaha menghadapi dunia yang dipandang sudah tidak memiliki kegunaan dan kebaikan lagi. Jalan yang ditawarkannya adalah protologi, jalan kembali ke dalam kehidupan Eden perdana, ketika Adam masih berkodrat androginik, ketika dosa dan pelanggaran serta ketidaktaatan belum terjadi dan maut belum berkuasa. Untuk tiba di dunia Eden yang semacam ini, orang harus menjalani kehidupan asketik selibat, hidup sendirian, menjadi androginik, dan tidak diancam kematian. Dalam Injil ini, Yesuslah yang menawarkan jalan ini, melalui 114 ucapan “rahasia”-nya; yang kerahasiaannya ternyata bisa disibak, sehingga orang tidak akan mengecap kematian seperti yang dijanjikannya. Return to the earliest Eden for salvation and purity! Itulah pesan Yesus menurut Injil Thomas.

Injil Thomas (114 Ucapan Yesus)

Injil Thomas/The Gospel of Thomas (NHC II,2)

Inilah ucapan-ucapan tersembunyi yang Yesus yang hidup katakan dan Yudas Thomas si Kembar (= Didymus) mencatatnya.

(1) Dan dia berkata, “Barangsiapa menemukan penafsiran atas ucapan-ucapan ini, ia tidak akan mengecap kematian.” (Bdk Yoh 8:51-52)

(2) Yesus berkata, “Barangsiapa mencari, janganlah berhenti mencari sampai ia menemukan. (Bdk Injil Thomas 92; 94) Ketika ia menemukannya, ia akan susah hati. Ketika ia susah hati, ia akan terpana dan akan berkuasa atas segalanya.” (Papyrus Oxyrhynchus 654.8-9 menambahkan “dan [setelah berkuasa atas segalanya], ia akan beristirahat.”) (Bdk Mat 7:7-8; Luk 11:9-10)

(3) Yesus berkata, “Jika para pemimpinmu berkata, ‘Lihatlah, kerajaan itu ada di sorga,’ maka burung-burung di udara akan mendahului kamu. Jika mereka mengatakan, ‘Kerajaan itu ada di laut’, maka ikan-ikan akan mendahului kamu. Sesungguhnya, kerajaan itu ada di dalam dan di luar kamu. (Bdk Luk 17:20-21) Pada saat kamu mengenal dirimu sendiri, maka kamu akan dikenal, dan kamu akan mengetahui bahwa kamu adalah anak-anak dari Bapa yang hidup. Tetapi jika kamu tidak mengenal dirimu sendiri, kamu hidup di dalam kemiskinan dan kamu sendiri kemiskinan itu.” (Bdk Gal 4:8-9; 1 Kor 8:1-3; 13:12)

(4) Yesus berkata, “Seorang yang lanjut usianya tidak akan ragu bertanya kepada bayi berusia tujuh hari mengenai tempat kehidupan, dan orang itu akan hidup. Sebab banyak yang pertama akan menjadi yang terakhir (Bdk Mat 20:16; Luk 13:30; Mat 19:30; Mrk 10:31) dan mereka akan menjadi satu tunggal.”

(5) Yesus berkata, “Kenalilah apa yang ada di hadapan wajahmu, dan apa yang tersembunyi darimu akan dinyatakan kepadamu. Sebab tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi tidak akan dinyatakan.” (Bdk Mrk 4:22; Luk 8:17; Mat 10:26; Luk 12:2)

(6) Murid-muridnya bertanya kepadanya, “Apakah Engkau ingin kami berpuasa? Bagaimanakah kami harus berdoa? Haruskah kami memberi sedekah? Pantangan apakah yang harus kami perhatikan?” (Bdk Mat 6:1-18) Yesus menjawab, “Jangan berdusta dan jangan melakukan apa yang kamu benci, sebab segala sesuatu disingkap di hadapan sorga. Sebab tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, (Bdk Injil Thomas 5:2) dan tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang dibiarkan tetap tertutup.”

(7) Yesus berkata, “Diberkatilah singa yang akan dimakan manusia, sehingga sang singa itu akan menjadi manusia. Terkutuklah manusia yang akan dimakan singa itu, dan singa itu akan menjadi manusia.”

(8) Dan dia berkata, “Manusia itu seperti seorang penjala ikan yang bijaksana yang menebar jalanya ke laut. Ketika ia mengangkat jalanya dari laut, jala itu penuh dengan ikan kecil. Di antara ikan-ikan kecil itu, penjala itu menemukan seekor ikan yang besar dan baik. Maka dilemparkannya semua ikan kecil itu kembali ke laut dan ia memilih ikan besar itu tanpa kesulitan. Barangsiapa bertelinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar.” (Bdk Mat 13:47-50)

(9) Yesus berkata, “Lihatlah, seorang penabur pergi keluar, memenuhi tangannya dengan benih, lalu menyerakkannya. Sebagian benih jatuh di jalan; burung-burung datang, membawanya terbang. Sebagian lagi jatuh di tanah berbatu-batu, tidak berakar di tanah dan tidak menghasilkan bulir-bulir gandum. Sebagian lainnya jatuh di antara semak-semak duri; semak-semak duri itu menggencetnya dan cacing-cacing memakannya. Tetapi sebagian lainnya jatuh di tanah yang baik dan menghasilkan buah yang baik. Ada yang menghasilkan enam puluh per petak, dan ada yang seratus dua puluh per petak.” (Bdk Mat 13:3-9; Mrk 4:2-9; Luk 8:4-8)

(10) Yesus berkata, “Aku telah melemparkan api ke bumi dan, lihatlah, aku menjaganya sampai api itu bernyala besar.” (Bdk Luk 12:49)

(11) Yesus berkata, “Langit akan berlalu dan apa yang ada di atasnya akan lenyap. (Bdk Mat 24:35; Mrk 13:31; Luk 21:33; Mat 5:18; Luk 16:17) Yang mati tidak hidup dan yang hidup tidak mati. Pada waktu kalian memakan apa yang mati, maka kalian akan membuatnya hidup. Apabila kalian berada di dalam terang, apa yang akan kalian perbuat? Ketika kalian tunggal, kalian menjadi dua. Tetapi ketika kalian menjadi dua, apa yang akan kalian kerjakan?”

(12) Murid-murid berkata kepada Yesus, “Kami tahu engkau akan meninggalkan kami. Lalu, siapakah yang akan menjadi pemimpin kami?” Yesus berkata kepada mereka, “Tidak peduli dari manapun kalian berasal, kalian pergilah kepada Yakobus Yang Adil. Langit dan bumi diciptakan untuknya.”

(13) Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Bandingkan aku dengan sesuatu
dan katakan kepadaku seperti apakah aku.” Simon Petrus berkata kepadanya, “Engkau seperti seorang bentara yang adil.” Matius berkata kepadanya, “Engkau seperti seorang filsuf yang bijaksana.” Thomas berkata kepadanya, “Guru, mulutku sama sekali tidak sanggup mengatakan seperti apa engkau.” Yesus berkata, “Aku bukanlah gurumu. Karena kamu telah mabuk, mabuk oleh pancaran air berbuih-buih yang aku telah takarkan.” Lalu ia membawa Thomas, memisahkannya dari yang lain, dan menyampaikan tiga kata kepadanya.
Ketika Thomas kembali kepada murid-murid lainnya, mereka bertanya, “Apa yang Yesus telah katakan kepadamu?” Thomas berkata kepada mereka, “Jika aku beritahukan satu saja dari kata-kata yang ia telah sampaikan kepadaku, maka kalian akan memungut batu dan melemparkannya kepadaku. Dan api akan muncul dari batu-batu itu dan membakar habis kalian.”

(14) Yesus berkata kepada mereka, “Jika kalian berpuasa, kalian akan mendatangkan dosa kepada diri kalian sendiri. Dan jika kalian berdoa, kalian akan menghukum diri kalian sendiri, dan jika kalian memberi sedekah, kalian akan melakukan yang jahat terhadap roh kalian sendiri.” “Pada waktu kalian masuk ke suatu negeri dan mendatangi kampung-kampungnya, jika mereka menerima kalian, makanlah apa pun yang mereka suguhkan kepada kalian. Sembuhkan yang sakit di antara mereka. (Bdk Mat 10:8; Luk 10:8-9; 1 Kor 10:27) Sebab apa yang masuk ke dalam mulutmu tidak akan menajiskan dirimu, tetapi apa yang keluar dari mulutmu akan menajiskan dirimu.” (Bdk Mat 15:11; Mrk 7:15)

(15) Yesus berkata, “Pada waktu kalian melihat dia yang tidak lahir dari seorang perempuan, tundukkan wajahmu dan sembahlah dia. Dialah bapamu.” (Bdk Yoh 10:30)

(16) Yesus berkata, “Orang mengira aku telah datang untuk membawa damai di bumi, tetapi mereka tidak tahu bahwa aku telah datang membawa pertentangan di bumi ini: api, pedang, perang. Sebab akan ada lima orang di sebuah rumah: tiga akan melawan dua dan dua akan melawan tiga, ayah melawan anak laki-laki, dan anak laki-laki akan melawan ayahnya;dan mereka akan berdiri sendirian.” (Bdk Mat 10:34-36; Luk 12:49, 50, 51-53)

(17) Yesus berkata, “Aku akan memberikan kepadamu apa yang mata belum pernah lihat, apa yang telinga belum dengar dan tangan belum sentuh, dan apa yang tidak muncul dalam hati manusia.” (Bdk 1 Kor 2:9; Yes 64:4)

(18) Murid-muridnya berkata kepada Yesus, “Katakan kepada kami bagaimana akhir kami.” (Bdk Mat 24:3; Mrk 13:3-4; Luk 21:7) Yesus menjawab, “Apakah kamu sudah menemukan awal, sehingga kamu mencari akhir? Di tempat dimana ada awal, di situ akan ada akhir. Diberkatilah orang yang berdiri di awal: ia akan mengetahui akhir dan tidak akan mengecap kematian.”

(19) Yesus berkata, “Diberkatilah dia yang telah ada sebelum dia diciptakan. Jika kamu menjadi murid-muridku dan mendengarkan kata-kataku, batu-batu ini akan melayani kamu. Sebab ada lima pohon di sorga yang tidak berubah di musim panas atau di musim dingin dan yang daun-daunnya tidak berguguran. Barangsiapa mengenal pohon-pohon itu, ia tidak akan mengecap kematian.”

(20) Murid-muridnya berkata kepada Yesus, “Katakanlah kepada kami, seperti apa
kerajaan sorga itu?” Ia berkata kepada mereka, “Kerajaan sorga itu seumpama sebutir biji sesawi, paling kecil dari semua biji. Tetapi ketika jatuh ke tanah yang sudah disiapkan, ia menghasilkan suatu pohon besar dan menjadi suatu tempat berlindung bagi burung-burung di angkasa.” (Bdk Mat 13:31-32; Luk 13:18-19; Mrk 4:30-32)

(21) Maria berkata kepada Yesus, “Seperti apakah murid-muridmu itu?” Ia berkata, “Mereka itu seperti anak-anak kecil yang tinggal di suatu padang yang bukan milik mereka. Ketika pemilik-pemilik padang itu datang, mereka akan berkata, ‘Berikan kepada kami tanah padang kami.’ Murid-murid itu melepaskan pakaian mereka di hadapan para pemilik padang itu lalu menyerahkannya kepada mereka, dan mereka mengembalikan tanah padang itu kepada mereka. (Bdk Injil Thomas 37) Karena itu, aku berkata, jika si pemilik rumah tahu kapan pencuri akan datang, ia tentu akan tetap berjaga sebelum pencuri itu datang dan tidak akan membiarkan si pencuri mendobrak, masuk ke rumah lalu mengambil barang-barang. (Bdk Injil Thomas 103; Mat 24:43; Luk 12:39) Jadi, kamu harus berjaga-jaga terhadap dunia. Persenjatai dirimu dengan kekuatan besar, supaya para perampok tidak mendapat jalan untuk mendatangi dirimu, sebab kesulitan yang kamu nanti-nantikan itu akan datang. Hendaklah ada di antaramu seorang yang mengerti. Pada waktu panen tiba, si pemilik datang segera dengan ani-ani di tangannya dan menuai hasil sawahnya. (Bdk Mrk 4:29; Yoel 3:13) Barangsiapa bertelinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar.”

(22) Yesus melihat anak-anak kecil sedang menyusu, dan ia berkata kepada murid-muridnya, “Anak-anak yang sedang menyusu ini seperti orang-orang yang masuk ke dalam kerajaan.” Mereka bertanya kepadanya, “Jika kami anak-anak, akankah kami masuk ke dalam kerajaan?” Yesus berkata kepada mereka, “Pada waktu kamu membuat dua menjadi satu, dan pada waktu kamu membuat bagian dalam seperti bagian luar, dan bagian luar seperti bagian dalam, dan bagian atas seperti bagian bawah, dan ketika kamu membuat yang laki-laki dan yang perempuan menjadi satu tunggal sehingga yang laki-laki bukan lagi laki-laki dan yang perempuan bukan lagi perempuan, ketika kamu menjadikan mata menggantikan mata, tangan menggantikan tangan, kaki menggantikan kaki, dan sebuah gambar menggantikan sebuah gambar, maka kamu akan masuk ke dalam kerajaan.” (Bdk Gal 3:27-28; Injil Thomas 114)

(23) Yesus berkata, “Aku akan memilih kamu, satu dari antara seribu, dan dua dari antara sepuluh ribu, dan mereka akan berdiri sebagai satu tunggal.” (Bdk Ul 32:30; Pkh 7:28)

(24) Murid-muridnya berkata kepadanya, “Tunjukkan kepada kami tempat di mana engkau berada, sebab kami harus mencarinya.” Ia berkata kepada mereka, “Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar. Ada terang di dalam seorang manusia terang dan terangnya ini menerangi seluruh dunia. Pada waktu terang tidak bercahaya lagi, maka di situlah kegelapan.” (Bdk Mat 6:22-23; Luk 11:34-35, 36)

(25) Yesus berkata, “Kasihilah saudaramu seperti jiwamu sendiri; jaga dan peliharalah ia seperti biji matamu.” (Bdk Mat 22:39; Mrk 12:31; Luk 10:27; Im 19:18)

(26) Yesus berkata, “Suban di mata saudaramu engkau lihat, tetapi balok di matamu sendiri tidak engkau lihat. Kalau engkau sudah mengeluarkan balok itu dari matamu sendiri, barulah engkau bisa melihat dengan jelas untuk mengeluarkan suban dari mata saudaramu itu.” (Bdk Mat 7:3-5; Luk 6:41-42)

(27) “Jika engkau tidak berpuasa dari dunia ini, maka engkau tidak akan menemukan kerajaan itu. Jika engkau tidak memelihara sabat sebagai suatu sabat, maka engkau tidak akan melihat sang bapa.”

(28) Yesus berkata, “Aku berdiri di tengah di dunia ini dan aku tampak oleh mereka di dalam daging. (Bdk Yoh 1:14; 1 Tim 3:16; Ams 1:20-33) Aku dapati mereka semuanya sedang mabuk, tetapi aku tidak menemukan satu pun dari antara mereka yang haus. Jiwaku rindu pada anak-anak manusia karena hati mereka buta dan mereka tidak melihat, sebab mereka datang tanpa membawa apa-apa ke dalam dunia; dan mereka juga berupaya untuk meninggalkan dunia ini tanpa membawa apapun. Adapun mereka itu mabuk. Pada saat mereka membuang anggur mereka, maka mereka akan bertobat.”

(29) Yesus berkata, “Jika daging ada karena roh, maka ini suatu keajaiban. Tetapi jika roh ada karena tubuh, ini adalah suatu keajaiban dari segala keajaiban. Aku terpana bagaimana kekayaan seagung itu telah tinggal dalam kemiskinan ini.” (Bdk Injil Thomas 7; 87; 112)

(30) Yesus berkata, “Di mana ada tiga Allah, mereka ilahi. Di mana ada dua atau satu, di situ aku berada bersama yang satu.”

(31) Yesus berkata, “Tidak ada nabi yang diterima di kampungnya sendiri; seorang tabib tidak menyembuhkan orang-orang yang mengenalnya.” (Bdk Mat 13:57; Mrk 6:4; Luk 4:23-24; Yoh 4:44)

(32) Yesus berkata, “Sebuah kota yang dibangun di atas bukit yang tinggi dan dibentengi, tidak dapat jatuh, juga tidak bisa tetap tersembunyi.” (Bdk Mat 5:14; 7:24-25; Luk 6:47-48)

(33) Yesus berkata, “Apa yang engkau akan dengar dengan telingamu, perdengarkan itu di telinga satunya lagi dari atap rumahmu. Sebab tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, atau menempatkannya di suatu tempat tersembunyi. Melainkan, ia akan meletakkannya di atas kaki dian sehingga setiap orang yang keluar masuk dapat melihat terangnya.” (Bdk Mat 5:15; Luk 11:33; Mrk 4:21; Luk 8:16)

(34) Yesus berkata, “Jika seorang buta menuntun seorang buta, maka keduanya akan jatuh ke dalam sebuah lubang.” (Bdk Mat 15:14; Luk 6:39)

(35) Yesus berkata, “Kamu tidak dapat masuk ke rumah seorang kuat dan merebutnya dengan paksa jika tidak lebih dulu mengikat tangannya. Kalau tangan orang kuat itu sudah diikat, barulah kamu dapat menjarah rumahnya.” (Bdk Mat 12:29; Mrk 3:27; Luk 11:21-22)

(36) Yesus berkata, “Jangan kamu kuatir dari pagi sampai petang dan dari petang sampai pagi mengenai apa yang akan kamu pakai.” (Bdk Mat 6:25-33, 34; Luk 12:22-31, 32) (Versi Yunaninya, Oxyrhynchus Papyrus 655.1-17, berbunyi demikian: “Jangan kamu kuatir dari pagi sampai senja atau dari petang sampai pagi tentang makananmu, tentang apa yang akan kamu makan, atau tentang pakaianmu, tentang apa yang akan kamu pakai. Kamu jauh lebih baik dari bunga-bunga bakung yang tidak memintal dan juga tidak menenun. Jika kamu tidak mempunyai pakaian apapun, maka apa yang akan kamu kenakan? Siapa yang akan menambah tinggi tubuhmu? Ia akan memberikan kepadamu pakaianmu.”)

(37) Murid-muridnya berkata, “Kapan engkau akan tampak kepada kami dan kapan kami akan melihatmu?” Yesus berkata, “Pada waktu kamu menanggalkan pakaianmu tanpa merasa malu, dan mengambil pakaianmu dan meletakkannya di bawah kakimu seperti yang dilakukan kanak-kanak dan menginjak-injaknya, maka di saat itulah kamu akan melihat anak dari Dia Yang Hidup dan kamu tidak akan takut.” (Bdk Injil Thomas 21)

(38) Yesus berkata, “Banyak kali kamu ingin mendengar kata-kata ini, kata-kata yang aku sedang ucapkan kepadamu, dan tidak ada seorang lain pun yang darinya kamu akan mendengar kata-kata ini. Akan tiba saatnya ketika kamu mencari aku, kamu tidak akan menemukan aku.” (Bdk Mat 13:17; Luk 10:24; 17:22; Yoh 7:33-36; Ams 1:23-28)

(39) Yesus berkata, “Orang-orang Farisi dan para ahli kitab telah mengambil kunci-kunci pengetahuan, tetapi mereka menyembunyikan kunci-kunci itu. Mereka tidak masuk ke dalamnya, juga tidak mengizinkan orang lain yang ingin memasukinya. (Bdk Mat 23:13; Luk 11:52) Tetapi hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati!” (Bdk Mat 10:16)

(40) Yesus berkata, “Sebatang pohon anggur telah ditanam jauh dari sang Bapa. Karena pohon ini tidak kuat, maka ia akan dicabut sampai ke akar-akarnya lalu akan mati.” (Bdk Mat 15:13; Yoh 15:5-6; Yes 5:1-7; Injil Thomas 57; Mat 13:24-30)

(41) Yesus berkata, “Barangsiapa memiliki sesuatu di tangannya, maka kepadanya akan ditambahkan lagi. Barangsiapa tidak memiliki apa pun, maka yang paling kecil pun yang ada padanya akan diambil.” (Bdk Mat 13:12; Mrk 4:24-25; Luk 8:18; Mat 25:29; Luk 19:26)

(42) Yesus berkata, “Jadilah musafir.”

(43) Murid-muridnya berkata kepadanya, “Siapakah engkau ini sampai engkau harus mengatakan hal-hal ini kepada kami?” “Kamu tidak mengenal siapa aku dari apa yang aku katakan kepadamu. (Bdk Yoh 14:8-11) Tetapi kalian telah menjadi seperti orang-orang Yahudi! Mereka menyukai pohonnya tetapi membenci buahnya; mereka menyukai buahnya tetapi membenci pohonnya.” (Bdk Luk 6:43-44; Mat 7:16a, 16b, 19-20; 12:33a-b, 33c)

(44) Yesus berkata, “Barangsiapa menghujat sang Bapa, ia akan diampuni. Dan barangsiapa menghujat sang Anak, ia akan diampuni. Tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di bumi maupun di surga.” (Bdk Mat 12:31-32; Luk 12:10; Mrk 3:28-29)

(45) Yesus berkata, “Anggur tidak dituai dari semak duri; demikian juga buah ara tidak dari rumput duri. Semak dan rumput duri tidak menghasilkan buah. Seorang yang baik menghasilkan yang baik dari perbendaharaannya; seorang yang jahat mengeluarkan yang jahat dari perbendaharaan jahat di dalam hatinya, dan akan berkata-kata jahat. Sebab dari perbendaharaan hatinya, ia akan menghasilkan yang jahat.” (Bdk Luk 6:43-45; Mat 7:16a, 16b, 17, 18, 19-29; 12:33a-b, 33c, 34a, 34b-35; Yak 3:12)

(46) Yesus berkata, “Dari Adam sampai Yohanes Pembaptis, di antara orang yang dilahirkan perempuan, tidak ada yang lebih besar dari Yohanes Pembaptis, maka janganlah berpaling dari pandangan matanya. Tetapi aku berkata bahwa barangsiapa di antaramu menjadi seperti seorang anak, dia akan mengetahui kerajaan dan akan lebih besar dari Yohanes.” (Bdk Mat 11:11; Luk 7:28)

(47) Yesus berkata, “Orang tidak dapat menunggang dua ekor kuda atau menarik dua busur panah. Seorang hamba tidak dapat melayani dua tuan; sebab ia akan menghormati yang satu, tetapi menghina yang lainnya. (Bdk Mat 6:24; Luk 16:13) Tidak ada orang yang sedang meminum anggur tua, mendadak ingin meminum anggur baru. Anggur baru tidak disimpan dalam kantung-kantung kulit tua, sebab kantung-kantung kulit itu akan koyak; dan anggur tua tidak akan dituang ke dalam kantung kulit baru, karena anggur tua itu bisa rusak. (Bdk Mat 9:17; Mrk 2:22; Luk 8:37-39) Tidak ada orang menambalkan suatu potongan kain tua pada suatu pakaian baru, sebab pakaian baru itu akan koyak.” (Bdk Mat 9:16; Mrk 2:21; Luk 5:36)

(48) Yesus berkata, “Jika dua orang saling berdamai dalam satu rumah, mereka akan berkata kepada gunung ini: ‘Terangkatlah dari sini!’ Maka gunung itupun terangkat.” (Bdk Injil Thomas 106; Mat 18:19; 17:20b; Luk 17:6b; Mat 21:21; Mrk 11:23; 1 Kor 13:2)

(49) Yesus berkata, “Berbahagialah mereka yang sendirian (Koptik: monakhos) dan yang terpilih, karena kamu akan mendapatkan kerajaan itu. Karena kamu telah datang dari sana, maka kamu akan kembali lagi ke sana.” (Bdk Injil Thomas 18)

(50) Yesus berkata, “Jika mereka berkata kepadamu, ‘Darimana asalmu?’, katakan kepada mereka, ‘Kami telah datang dari terang, dari tempat di mana terang telah ada dari dirinya sendiri, (Bdk Injil Thomas 61; 83) memantapkan dirinya sendiri, dan telah menampakkan diri di dalam gambar mereka.’ Jika mereka bertanya kepadamu, ‘Siapakah kamu?’, maka jawablah, ‘Kami adalah anak-anaknya, dan kami adalah orang-orang pilihan dari Bapa yang hidup.’ Jika mereka bertanya kepadamu, ‘Apa bukti bahwa Bapamu ada di dalammu?’, maka katakan kepada mereka, “Buktinya adalah gerak dan rehat.’”

(51) Murid-muridnya berkata kepadanya, “Kapankah rehat [kebangkitan?] bagi orang mati akan terjadi, dan bilamana dunia baru akan datang?” Ia berkata kepada mereka, “Rehat yang kamu sedang nanti-nantikan telah datang, tetapi kamu tidak mengetahuinya.” (Bdk Luk 17:20 21; Injil Thomas 113; Yoh 3:18-19; 5:25; 2 Tim 2:17-18)

(52) Murid-muridnya berkata kepadanya, “Dua puluh empat nabi telah berbicara di Israel, dan mereka semua berbicara tentang engkau.” Ia berkata kepada mereka, “Kalian telah mengabaikan Dia Yang Hidup yang ada di hadapan kalian, tetapi malah membicarakan orang orang yang sudah mati.”

(53) Murid-muridnya berkata kepadanya, “Bermanfaat atau tidakkah sunat itu?” Ia berkata kepada mereka, “Seandainya bermanfaat, maka ayah mereka akan melahirkan mereka dalam keadaan bersunat dari dalam kandungan ibu mereka. Tetapi sunat sejati di dalam roh itu berharga dalam segala hal.” (Bdk Rm 2:25-29)

(54) Yesus berkata, “Berbahagialah orang yang miskin. Sebab engkaulah yang empunya kerajaan sorga.” (Bdk Mat 5:3; Luk 6:20)

(55) Yesus berkata, “Barangsiapa tidak membenci ayahnya dan ibunya, ia tidak dapat menjadi muridku; dan barangsiapa tidak membenci saudara-saudaranya laki-laki dan saudara-saudaranya perempuan dan tidak memikul salibnya sama seperti aku, maka ia tidak berharga bagiku.” (Bdk Mat 10:37-38; Luk 14:26-27; Mat 16:24; Mrk 8:34; Luk 9:23; Injil Thomas 101)

(56) Yesus berkata, “Barangsiapa telah mengenal dunia ini, ia telah menemukan mayat. Dan barangsiapa telah mendapatkan mayat, baginya dunia ini tidak berharga.” (Bdk Injil Thomas 80)

(57) Yesus berkata, “Kerajaan sang Bapa itu seumpama seorang yang memiliki benih yang baik. Pada malam hari musuhnya datang dan menaburkan lalang-lalang di antara benih yang baik itu. Tetapi orang itu tidak mengizinkan pekerja-pekerjanya mencabut lalang-lalang itu. Ia berkata kepada mereka, ‘Jangan cabut, sebab kalau kalian mencabut lalang-lalang itu, tanaman gandum pun akan ikut tercabut.’ Pada waktu panen nanti, lalang-lalang itu akan kelihatan jelas. Barulah lalang-lalang itu dicabut dan dibakar.” (Bdk Mat 13:24-30)

(58) Yesus berkata, “Berbahagialah orang yang telah bekerja keras dan telah menemukan kehidupan.” (Bdk Ams 8:34-36; Injil Thomas 68-69)

(59) Yesus berkata, “Carilah Dia Yang Hidup sementara kamu masih hidup, atau kamu akan mati lalu berusaha melihat dia yang hidup, dan kamu tidak akan bisa melihatnya.” (Bdk Luk 17:22; Yoh 7:33-36; 8:21; 13:33; Injil Thomas 38)

(60) Ia melihat seorang Samaria sedang membawa seekor anak domba ketika ia sedang dalam perjalanan menuju Yudea.
Ia berkata kepada murid-muridnya, “Orang itu sedang membawa domba itu berkeliling.”
Mereka berkata kepadanya, “Lalu orang itu dapat membunuh domba itu lalu memakannya.”
Ia berkata kepada mereka, “Selama domba itu masih hidup, ia tidak akan memakannya. Tetapi hanya ketika ia telah membunuh domba itu, dan domba itu telah menjadi mayat.”
Mereka berkata, “Kalau tidak dibunuh dulu, ia tidak akan bisa memakannya.”
Ia berkata kepada mereka, “Kalian, juga, carilah suatu tempat untuk rehat kalian, atau, kalian akan menjadi mayat lalu dimakan.” (Bdk Injil Thomas 7; 11)

(61) Yesus berkata, “Dua orang akan beristirahat pada sebuah dipan; seorang akan mati, dan yang lainnya akan hidup.” (Bdk Luk 17:34-35; Mat 24:40-41)
Salome berkata, “Siapakah engkau, Tuan? Engkau telah naik ke dipanku dan makan dari mejaku seolah-olah engkau berasal dari seseorang.”
Yesus berkata kepadanya, “Aku adalah dia yang datang dari kepenuhan. Kepadaku telah diberikan hal-hal yang berasal dari Bapaku.” (Bdk Mat 11:27; Luk 10:22; Yoh 3:35; 6:37-39; 13:3-4)
“Akulah muridmu.”
“Karena itulah aku katakan, jika seorang itu penuh, orang itu akan diisi terang, (Bdk Yoh 8:12; Injil Thomas 50; 83) tetapi jika seseorang itu terbagi, dia akan dipenuhi kegelapan.”

(62) Yesus berkata, “Aku menyingkapkan rahasia-rahasiaku kepada orang-orang yang layak menerima rahasia-rahasiaku. (Bdk Mat 13:11; Mrk 4:11; Luk 8:10) Janganlah tangan kirimu mengetahui apa yang sedang diperbuat tangan kananmu.” (Bdk Mat 6:3)

(63) Yesus berkata, “Adalah seorang kaya yang memiliki sangat banyak uang. Kata orang itu, ‘Aku akan menanam uangku supaya aku dapat menabur, menuai, menanam, dan mengisi lumbung-lumbungku dengan hasilnya, supaya aku tidak akan kekurangan apapun. Inilah hal-hal yang ia pikirkan di dalam hatinya, tetapi pada malam itu juga ia mati. Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar.” (Bdk Luk 12:16-21)

(64) Yesus berkata, “Seseorang sedang menerima tamu-tamu. Pada waktu ia telah menyiapkan jamuan malam, ia mengirim hambanya untuk mengundang tamu-tamu itu. Hamba itu pergi kepada tamu yang pertama dan berkata kepadanya, ‘Tuanku mengundang engkau.’
Orang itu berkata, ‘Beberapa pedagang berhutang uang kepadaku; mereka akan datang kepadaku malam ini. Aku harus pergi dan memberi mereka petunjuk-petunjukku. Jadi maafkanlah, aku tidak bisa datang.’
Hamba itu pergi kepada tamu lainnya dan berkata kepadanya, ‘Tuanku telah mengundangmu.’
Orang itu berkata kepada hamba itu, ‘Aku telah membeli sebuah rumah dan aku telah dipanggil untuk pergi satu hari. Aku tidak akan punya waktu.’
Hamba itu pergi kepada tamu lainnya dan berkata kepadanya, ‘Tuanku mengundang engkau.’
Orang itu berkata kepada hamba itu, ‘Sahabatku mau menikah dan aku harus menyiapkan perjamuannya. Aku tidak dapat datang. Maafkanlah aku.’
Hamba itu pergi kepada seorang tamu lainnya dan berkata kepadanya, ‘Tuanku mengundang engkau.’
Orang itu berkata kepada hamba itu, ‘Aku telah membeli sebuah perkebunan dan aku akan pergi untuk memungut uang sewanya. Aku tidak akan dapat datang. Maafkan aku.’
Hamba itu kembali dan berkata kepada tuannya, ‘Orang-orang yang engkau telah undang ke perjamuan makan malam telah meminta maaf karena tidak bisa datang.’
Tuan itu berkata kepada hambanya itu, ‘Pergilah ke jalan-jalan dan bawalah siapapun yang engkau jumpai ke perjamuan malam ini.’ (Bdk Mat 22:1-10; Luk 14:16-24; Ul 20:5-7; 24:5)
Para pembeli dan pedagang tidak akan masuk ke dalam tempat-tempat Bapaku.” (Bdk Sir 26:29; Injil Thomas 63)

(65) Ia berkata, “Seorang tukang riba memiliki sebuah kebun anggur dan menyewakannya kepada beberapa penggarap, supaya mereka dapat bekerja dan ia dapat memungut hasilnya dari mereka. Ia mengutus hambanya supaya para penggarap itu dapat memberi kepada hambanya hasil dari kebun anggur itu.
Mereka menangkap, memukuli, dan hampir membunuh hambanya itu, dan hamba itu kembali dan memberitahukan tuannya. Tuannya berkata, ‘Mungkin ia tidak mengenal mereka.’ Ia mengutus seorang hamba lainnya, dan para penggarap itu memukulinya juga. Lalu tuan itu mengutus anaknya dan berkata, ‘Mungkin mereka akan menunjukkan rasa hormat mereka kepada anakku.’ Karena para penggarap itu tahu bahwa ia adalah pewaris kebun anggur itu, mereka menangkapnya lalu membunuhnya. Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar.” (Bdk Mat 21:33-41; Mrk 12:1-9; Luk 20:9-16)

(66) Yesus berkata, “Tunjukkanlah kepadaku batu yang ditolak oleh para tukang bangunan: itulah batu penjuru.” (Bdk Mzm 118:22; Mat 21:42; Mrk 12:10; Luk 20:17; Kis 4:11; 1 Pet 2:7)

(67) Yesus berkata, “Orang yang mengetahui segala sesuatu tetapi tidak memiliki dirinya sendiri, ia tidak memiliki apapun.”

(68) Yesus berkata, “Berbahagialah kamu kalau kamu dibenci dan dianiaya, dan tidak ada tempat yang akan ditemukan, di manapun kamu dianiaya.” (Bdk Mat 5:10, 11; Luk 6:22; Injil Thomas 58; 69)

(69) Yesus berkata, “Berbahagialah orang-orang yang telah dianiaya dalam hati mereka: mereka adalah orang-orang yang telah dengan sungguh-sungguh mengenal sang Bapa. (Bdk Injil Thomas 68) Diberkatilah orang-orang yang lapar, supaya perut kosong orang-orang itu dikenyangkan.” (Bdk Mat 5:6; Luk 6:21)

(70) Yesus berkata, “Jikalau engkau mengeluarkan apa yang ada di dalammu, maka apa yang engkau miliki akan menyelamatkanmu. Jikalau engkau tidak memiliki apa yang ada di dalammu, maka apa yang engkau tidak miliki di dalammu akan membunuhmu.” (Bdk Injil Thomas 41; 67)

(71) Yesus berkata, “Aku akan menghancurkan rumah ini, dan tidak ada seorang pun akan dapat membangunnya kembali.” (Bdk Mat 26:61; Mrk 14:58; Mat 27:40; Mrk 15:29; Kis 6:14; Yoh 2:19)

(72) Seseorang berkata kepadanya, “Beritahukanlah saudara-saudaraku untuk membagi barang-barang kepunyaan bapaku dengan aku.”
Ia berkata kepada orang itu, “Tuan, siapa yang membuat aku menjadi seorang pembagi?”
Ia berpaling kepada murid-muridnya dan berkata kepada mereka, “Aku bukan seorang pembagi, bukan?” (Bdk Luk 12:13-14)

(73) Yesus berkata, “Panenan besar, tetapi para pekerja sedikit. Karena itu mintalah tuan pemiliknya untuk mengirim para pekerja ke panen itu.” (Bdk Mat 9:37-38; Luk 10:2)

(74) Seseorang berkata, “Tuan, ada banyak orang di sekitar bak minum, tetapi tidak ada sesuatu apapun dalam sumur.”

(75) Yesus berkata, “Ada banyak orang berdiri di muka pintu, tetapi orang-orang yang sendirianlah (Koptik: monakhos) yang akan masuk ke dalam kamar pengantin.” (Bdk Mat 25:1-13)

(76) Yesus berkata, “Kerajaan sang Bapa itu seumpama seorang pedagang yang memiliki sejumlah persediaan barang dagangan, lalu ia menemukan sebuah mutiara. Pedagang itu bijaksana; ia menjual semua barang dagangannya dan membeli satu mutiara itu untuk dirinya. (Bdk Mat 13:45-46) Demikian juga dengan kamu, carilah harta yang tidak bisa binasa, yang kekal, di mana tidak ada ngengat yang datang untuk memakannya dan tidak ada cacing yang akan menghancurkannya.” (Bdk Mat 6:19-20; Luk 12:33; Mat 13:44)

(77) Yesus berkata, “Akulah terang yang ada di atas segalanya. (Bdk Yoh 8:12) Akulah segalanya: dari aku segala sesuatunya berasal, dan kepadaku segalanya kembali. (Bdk Rm 11:36; 1 Kor 8:6) Belahlah sebatang kayu, maka aku ada di situ. Angkatlah batu, maka kamu akan menemukan aku di situ.” (Bdk Pkh 10:9; Hab 2:18-20)

(78) Yesus berkata, “Mengapa kamu telah datang ke pedalaman? Untuk melihat sebatang buluh yang digoyang anginkah? Ataukah untuk melihat seseorang yang berpakaian kain halus, sama seperti para penguasa dan orang-orang yang memerintah kamu? Mereka berpakaian kain halus, dan mereka tidak dapat memahami kebenaran.” (Bdk Mat 11:7-8; Luk 7:24-25)

(79) Seorang perempuan di dalam kerumunan berkata kepadanya, “Diberkatilah rahim yang telah memperanakkanmu dan payu dara yang telah menyusuimu.” (Bdk Luk 11:27-28)
Ia berkata kepadanya, “Diberkatilah orang-orang yang telah mendengar firman sang Bapa dan telah dengan sungguh-sungguh memeliharanya. (Bdk Yoh 13:17; Yak 1:25) Karena akan ada hari-hari di mana engkau akan berkata, ‘Diberkatilah rahim yang tidak mengandung dan payu dara yang tidak memberi susu.’” (Bdk Luk 23:29; Mat 24:19; Mrk 13:17; Luk 21:23)

(80) Yesus berkata, “Barangsiapa yang telah mengenal dunia, telah menemukan tubuh, dan barangsiapa yang telah menemukan tubuh, baginya dunia ini tidak berharga lagi.” (Injil Thomas 56)

(81) Yesus berkata, “Hendaklah orang yang telah menjadi kaya, memerintah, dan hendaklah orang yang memiliki kuasa melepaskannya.” (Bdk 1 Kor 4:8; Injil Thomas 110)

(82) Yesus berkata, “Barangsiapa dekat dengan aku, ia dekat dengan api, dan barangsiapa jauh dari aku, ia jauh dari kerajaan.”

(83) Yesus berkata, “Gambar-gambar kelihatan dalam pandangan orang, tetapi terang yang ada dalam mereka (Bdk Injil Thomas 50; 61) tersembunyi dalam gambar terang sang Bapa. Sang Bapa akan dinyatakan, tetapi gambarnya tersembunyi oleh terangnya.” (Bdk Kej 1:26-28)

(84) Yesus berkata, “Pada waktu engkau melihat rupamu, engkau senang. Tetapi pada waktu engkau melihat gambar-gambarmu yang tercipta di hadapanmu dan yang tidak mati dan tidak kelihatan, betapa banyak engkau akan menanggungnya.” (Bdk Kej 1:26-28)

(85) Yesus berkata, “Adam berasal dari kuasa akbar (Bdk Kis 8:9-10) dan kekayaan akbar, tetapi ia tidak layak bagimu. Sebab jika ia layak, ia tidak akan mengecap kematian.”

(86) Yesus berkata, “Rubah-rubah memiliki kandang dan burung-burung mempunyai sarang, tetapi sang anak manusia tidak memiliki tempat untuk membaringkan kepalanya dan beristirahat.” (Bdk Mat 8:20; Luk 9:58)

(87) Yesus berkata, “Betapa menyedihkannya tubuh yang bergantung pada suatu tubuh, dan betapa menyedihkannya jiwa yang bergantung pada keduanya ini.” (Bdk Injil Thomas 29; 112)

(88) Yesus berkata, “Pemberita-pemberita [= malaikat-malaikat] dan nabi-nabi akan datang kepadamu dan memberikanmu apa yang menjadi milikmu. Pada gilirannya berilah mereka apa yang engkau punya, dan berkatalah kepada dirimu sendiri, ‘Kapankah mereka akan datang dan mengambil apa yang menjadi milik mereka?’”

(89) Yesus berkata, “Mengapa engkau mencuci bagian luar dari piala minuman itu? Apakah engkau tidak mengerti bahwa dia yang membuat bagian dalam adalah juga dia yang membuat bagian luar?” (Bdk Mat 23:25-26; Luk 11:39-41)

(90) Yesus berkata, “Datanglah kepadaku, sebab kuk yang kupasang itu mudah dan kekuasaanku pun lembut, dan kamu akan mendapat rehat bagi dirimu sendiri.” (Bdk Mat 11:28-30; Sir 51:26-27)

(91) Mereka berkata kepadanya, “Katakan kepada kami, siapakah engkau, supaya kami dapat percaya kepadamu.”
Ia berkata kepada mereka, “Kamu meneliti rupa sorga dan bumi, tetapi kamu tidak mengenal dia yang ada di hadapanmu, dan kamu tidak tahu bagaimana memeriksa saat ini.” (Bdk Mat 16:1, 2-3; Luk 12:54-56)

(92) Yesus berkata, “carilah, maka kamu akan mendapatkan. (Bdk Injil Thomas 2; 94; Mat 7:7-8; Luk 11:9-10) Tetapi, pada masa lalu, aku tidak memberitahumu hal-hal yang kamu telah tanyakan kepadaku waktu itu. Kini aku mau memberitahukannya, tetapi kamu tidak mencarinya.” (Bdk Yoh 16:4-5, 12-15, 22-28)

(93) “Jangan beri apa yang suci kepada anjing-anjing, atau mereka akan melemparnya ke gundukan rabuk. Jangan lempar mutiara-mutiara kepada babi, atau mereka akan menjadikannya lumpur.” (Bdk Mat 7:6)

(94) Yesus berkata, “Orang yang mencari, akan menemukan; untuk orang yang mengetuk, pintu baginya akan dibukakan.” (Bdk Injil Thomas 2; 92; Mat 7:7-8; Luk 11:9-10)

(95) Yesus berkata, “Jika engkau mempunyai uang, jangan meminjamkannya dengan riba. Tetapi, berikan uang itu kepada seseorang yang darinya engkau tidak akan menerimanya kembali.” (Bdk Mat 5:42; Luk 6:30, 34-35b, 35c)

(96) Yesus berkata, “Kerajaan sang Bapa itu seumpama seorang perempuan. Ia mengambil sedikit ragi, lalu menyembunyikannya dalam adonan, dan menjadikannya ketul-ketul roti yang besar. Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar.” (Bdk Mat 13:33; Luk 13:20-21)

(97) Yesus berkata, “Kerajaan sang Bapa itu seumpama seorang perempuan yang sedang membawa tepung seguci penuh. Ketika ia sedang berjalan di sepanjang sebuah jalan yang jauh, tangkai guci itu hancur dan tepung itu tumpah di sampingnya di sepanjang jalan itu. Ia tidak mengetahui hal ini; ia tidak melihat ada suatu masalah. Ketika ia sampai di rumahnya, ia meletakkan buli-buli itu dan menemukannya sudah kosong.”

(98) Yesus berkata, “Kerajaan sang Bapa itu seumpama seorang yang ingin membunuh seorang yang sangat berkuasa. Ketika ada di rumah, ia menarik pedangnya dan menancapkannya pada dinding untuk mengetahui apakah tangannya cukup kuat. Lalu ia membunuh orang yang berkuasa itu.” (Bdk Injil Thomas 35; Mat 11:12-13; Luk 16:16)

(99) Murid-muridnya berkata kepadanya,
“Saudara-saudaramu dan ibumu sedang berdiri di luar.”
Ia berkata kepada mereka, “Mereka yang ada di sini, yang melakukan kehendak Bapaku adalah saudara-saudaraku dan ibuku. Mereka adalah orang-orang yang akan masuk ke dalam kerajaan Bapaku.” (Bdk Mat 12:46-50; Mrk 3:31-35; Luk 8:19-21)

(100) Mereka memperlihatkan kepada Yesus sekeping uang emas dan berkata kepadanya, “Orang-orang sang kaisar menuntut pajak dari kita.”
Ia berkata kepada mereka, “Beri kepada kaisar apa yang menjadi milik sang kaisar; beri kepada Allah apa yang menjadi kepunyaan Allah, dan beri kepadaku apa yang menjadi milikku.” (Bdk Mat 22:15-22; Mrk 12:13-17; Luk 20:20-26)

(101) “Barangsiapa tidak membenci ayahnya dan ibunya seperti aku, ia tidak dapat menjadi muridku, dan barangsiapa tidak mengasihi ayah dan ibunya seperti aku, ia tidak dapat menjadi muridku. Sebab ibuku memberi aku kepalsuan, tetapi ibuku yang sejati memberiku kehidupan.” (Bdk Mat 10:37-38; Luk 12:26-27; Injil Thomas 55)

(102) Yesus berkata, “Hendaklah orang-orang Farisi menjadi malu, sebab mereka seperti seekor anjing yang sedang tidur di palungan ternak, sebab anjing ini sendiri tidak makan atau membiarkan ternak itu makan.” (Bdk Mat 23:13; Luk 11:52; Injil Thomas 39)

(103) Yesus berkata, “Diberkatilah orang yang mengetahui kapan para perampok akan masuk, sehingga ia dapat bangun, mengumpulkan semua harta kekayaannya, dan mempersenjatai dirinya sebelum mereka masuk.” (Bdk Injil Thomas 21; Mat 24:43; Luk 12:39)

(104) Mereka berkata kepada Yesus, “Datanglah, marilah kita hari ini berdoa dan marilah kita berpuasa.”
Yesus berkata, “Dosa apa yang telah aku lakukan, atau bagaimana aku telah menjadi rusak? Tetapi, ketika mempelai pria telah meninggalkan kamar perkawinan, maka hendaklah orang berpuasa dan berdoa.” (Bdk Mat 9:14-15; Mrk 2:18-20; Luk 5:33-35)

(105) Yesus berkata, “Barangsiapa mengenal bapa atau ibu, maka ia akan disebut anak seorang pelacur.” (Bdk Injil Thomas 55; 101; Yoh 8:41)

(106) Yesus berkata, “Pada waktu kamu membuat dua menjadi satu, maka kamu akan menjadi anak-anak manusia, dan pada waktu kamu berkata, ‘Gunung, tersingkirlah dari sini’, maka gunung ini akan pindah.” (Bdk Injil Thomas 48; Mat 18:19; 17:20b; Luk 17:6b; Mat 21:21; Mrk 11:23; 1 Kor 13:2)

(107) Yesus berkata, “Kerajaan itu seumpama seorang gembala yang memiliki seratus ekor domba. Satu ekor di antaranya, yang paling besar, tersesat. Ia meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor itu, dan mencari yang satu itu sampai ia menemukannya. Setelah ia menemukannya, ia berkata kepada domba itu, ‘Aku mengasihimu lebih dari yang sembilan puluh sembilan ekor itu.’” (Bdk Mat 18:12-13; Luk 15:4-7; Yeh 34:15-16)

(108) Yesus berkata, “Barangsiapa minum dari mulutku, ia akan menjadi seperti aku; aku sendiri akan menjadi orang itu, dan hal-hal tersembunyi akan dinyatakan kepada orang itu.” (Bdk Injil Thomas 13; Yoh 4:13-14; 7:37-39; Sir 24:21)

(109) Yesus berkata, “Kerajaan itu seumpama orang yang memiliki harta terpendam di ladang, tetapi ia tidak mengetahuinya. Maka ketika ia mati, ia mewariskan ladang itu kepada anaknya. Sang anak juga tidak mengetahuinya. Ia mengambil alih ladang itu dan menjualnya. Si pembeli mulai membajak, lalu menemukan harta terpendam itu, dan ia pun mulai membungakan uang kepada siapa yang dikehendakinya.” (Bdk Ams 2:1-5; Sir 20:30-31; Mat 13:44)

(110) Yesus berkata, “Hendaklah orang yang telah menemukan dunia ini dan telah menjadi kaya, meninggalkan dunia ini.” (Bdk Injil Thomas 27; 81)

(111) Yesus berkata, “Langit dan bumi akan bergulung di hadapanmu, dan barangsiapa hidup dari dia yang hidup, dia tidak akan melihat kematian.” (Bdk Yes 34:4; Mzm 102:25-27; Ibr 1:10-12; Why 6:13-14)

(112) Yesus berkata, “Dipermalukanlah daging yang bergantung pada jiwa. Dipermalukanlah jiwa yang bergantung pada daging.” (Bdk Injil Thomas 29; 87)

(113) Murid-muridnya berkata kepadanya, “Bilamanakah kerajaan akan datang?”
“Kerajaan tidak akan datang hanya dengan memperhatikannya. Tidak akan dikatakan, ‘Lihat, ia ada di sini’, atau ‘Lihat, ia ada di sana.’ Tetapi, kerajaan sang Bapa itu terbentang di muka bumi, dan orang tidak melihatnya.” (Bdk Mrk 13:21-23; Mat 24:23-25, 26-27; Luk 17:20-22, 23-24; Injil Thomas 3)

(114) Simon Petrus berkata kepada mereka, “Maria harus meninggalkan kita, sebab perempuan-perempuan tidak layak menerima kehidupan.”
Yesus berkata, “Lihat, aku akan membimbingnya untuk menjadikannya laki-laki, sehingga ia juga dapat menjadi suatu roh yang menghidupkan, yang sama dengan kalian yang laki-laki. Sebab setiap perempuan yang menjadikan dirinya laki-laki, akan masuk ke dalam kerajaan sorga.” (Bdk Injil Thomas 22)

Injil menurut Thomas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: